Ruangguru Gelar Uji Coba UN Berbasis Android di SMAN 5 Palangka Raya

Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2019/2020 kian dekat. Berbagai persiapan sekolah untuk menghadapinya pun terus digiatkan. Salah satunya adalah dengan menggelar uji coba (try out) untuk para siswanya, baik yang diselenggarakan oleh sekolah maupun dengan kerja sama dengan pihak lain.

Seperti hal hari ini Selasa, 28 Januari 2020. Uji coba UN Berbasis Android digelar di aula SMAN 5 Palangka Raya. Kali ini, Ruangguru Bimbel Online, yakni sebuah perusahaan yang bergerak di bidang layanan dan produk pendidikan berbasis teknologi hadir langsung memberikan layanan uji coba UN secara gratis. Lebih dari 200 siswa kelas XII dari kelompok peminatan MIPA, IPS, dan IBB pun mengikuti kegiatan yang dipusatkan di aula sekolah.

Tim dari Ruangguru Bimbel Online, yaitu Ririn Marlita, S.Pd., Eka Novianti, S.Pd., Iin Muyasarah, S.E., dan Nashrotusy Syafa’ati, S.Pd. membimbing langsung penggunaan aplikasi android, termasuk juga dengan laptop dalam menyelesaikan soal-soal uji coba UN ini. Tampak para siswa berusaha serius untuk mengikuti tahapan dan menyelesaikan soal-soal yang cukup membuat kening berkerut. Meski telah diberikan sosialisasi sebelumnya, tampaknya sedikit kendala tetap saja terjadi. Namun, hal itu tidak sampai menghambat kegiatan yang berlangsung dalam empat sesi.

“Lelah juga kami seharian mengikuti uji coba untuk mata pelajaran yang di-UN-kan. Sesi pertama mata pelajaran Matematika, sesi kedua mata pelajaran Bahasa Indonesia, sesi ketiga mata pelajaran Bahasa Inggris, dan sesi keempat satu mata pelajaran peminatan. Semua soal yang berjumlah 40 atau 50 tiap mata pelajaran berbentuk pilihan ganda, jadi tinggal memilih opsi jawaban A, B, C, D, atau E. Mudah-mudahan ini bisa membuat kami sebagai siswa kelas XII untuk menghadapi UNBK yang sebenarnya pada bulan Maret nanti,” tutur Beti Maharani, siswi kelas XII MIPA.

Dari pantauan di aula tampak siswa diarahkan untuk mengikuti semua sesi uji coba UN dengan sungguh-sungguh. Kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs. M. Ramli, M.Pd., melalui Wakasek Kurikulum, Dra. Yumiasi Tara, M.Si. mengimbau agar siswa fokus mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh.

“Meskipun UN tidak menjadi penentu kelulusan, tetapi tetap menjadi bagian penting untuk kesiapan siswa mengikuti studi lanjutan. Siswa harus siap menghadapi UN. Oleh karena itu, uji coba dan pemantapan menghadapinya harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Hasilnya bisa menjadi bagian dari tolok ukur keberhasilan akademik dalam menggapai visi dan misi sekolah,” katanya memotivasi para siswa yang duduk lesehan di aula. (L.J.)

Mahasiswa UPR Akhiri PPL di SMAN 5 Palangka Raya

Setelah kurang lebih tiga bulan berlangsung, akhirnya mahasiswa FKIP Universitas Palangka Raya (UPR) mengakhiri tugas Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Di SMAN 5 Palangka Raya, 21 mahasiswa PPL yang terbagi atas 7 mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, PPkn, Kimia, Sosiologi, dan Ekonomi pun telah menuntaskan tugasnya.

Rabu, 11 Desember 2019 pelepasan ke-21 mahasiswa itu pun berlangsung di aula sekolah. Perwakilan mahasiswa pun menyampaikan kesan positif selama bertugas di sekolah ini.

“Kami berterima kasih kepada kepala sekolah, guru pembimbing, dewan guru, staf tata usaha, dan para siswa serta keluarga besar SMAN 5 Palangka Raya yang telah menerima kami dengan penuh kekeluargaan selama ini. Di sekolah ini kami telah mendapat kesempatan mempraktikkan secara langsung ilmu dan pembekalan yang kami peroleh di bangku kuliah. Kami telah belajar mengampu mata pelajaran dan melaksanakan pembelajaran di sekolah ini. Rasanya begitu singkat dan kami masih harus banyak belajar sebagai mahasiswa calon pendidik. Mudah-mudahan suatu saat ada di antara kami yang bisa kembali ke sekolah ini untuk menjadi guru yang sesungguhnya,” katanya berharap.

Kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs. M. Ramli, M.Pd. berharap agar para mahasiswa peserta PPL terus belajar untuk agar nanti menjadi guru profesional.

“Seorang guru pun harus tetap belajar. Tentulah pula para calon guru harus lebih bersemangat dalam belajar. Teruslah memperbarui ilmu, wawasan, dan keterampilan di era yang terus berubah pesat. Calon pendidik tidak boleh berhenti belajar agar kelak dapat membimbing peserta didik ke arah yang lebih baik dan lebih berkarakter,” tuturnya memotivasi.

Lebih lanjut, Ramli menyampaikan permohonan maaf jika sekolahnya yang baru tahun kedua menerima mahasiswa PPL, belum memberikan fasilitas terbaik dalam kegiatan PPL ini. Meskipun demikian, pihaknya tetap membuka diri untuk menerima mahasiswa PPL pada waktu mendatang. (L.J.)

Optimisme SMAN 5 Palangka dalam PAS Berbasis Android

Penilaian Akhir Semester (PAS) untuk SMA di Kota Palangka Raya tengah berlangsung. Kegiatan yang dimulai tanggal 9 Desember hingga 13 Desember 2019 ini cukup menarik perhatian. Segala persiapan mulai persiapan perlengkapan dan simulasi telah dilakukan.

SMAN 5 Palangka Raya kali ini dan untuk yang pertama menyelenggarakan PAS Berbasis Android. Tentu ini berbeda dengan selama ini yang biasanya berbasis kertas saat pelaksanaan Penilaian Akhir Semester.

Kepala SMAN 5 Palangka Raya Drs. M. Ramli, M.Pd., memaparkan bahwa penilaian merupakan serangkaian proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Sesuai PP Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas
Penilaian hasil belajar oleh pendidik;
Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah.

Berkaitan dengan itu, sekolah yang kini dipimpinnya melakukan perencanaan dan proses pembelajaran, juga melakukan penilaian hasil pembelajaran sebagai upaya terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.

“Pelaksanaan Penilaian Akhir Semester SMAN 5 Palangka Raya yang kali ini mulai berbasis android tetap mengacu pada prinsip-prinsip penilaian, yaitu valid, objektif, transparan/terbuka, adil, terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan, bermakna, sistematis, akuntabel dan beracuan kriteria.”

Berkaitan dengan PAS Berbasis Android, Ramli lebih lanjut menegaskan optimismenya bahwa siswa akan lebih fokus dan kepercayaan diri lebih tinggi. Dengan sistem ini, hasil nilai bisa dilihat langsung begitu siswa selesai mengerjakan soal. Diharapkan pula nilai murni yang diperoleh dapat mengangkat prestasi yang lebih baik. Apalagi, siswa di dalam kelas diacak ada siswa kelas X, XI, dan XII sehingga mereka akan bekerja mandiri dan lebih jujur karena peluang saling meniru jawaban teman sangat kecil,” tuturnya.

Dari pantauan selama berlangsung kegiatan, tampak siswa memang lebih tenang dan berkonsentrasi menghadapi soal di androidnya masing-masing. Mereka juga menyatakan merasa lebih nyaman dan cepat dengan cara ini.

“Ya, lebih mudah, menyenangkan, hemat, dan keren pakai android. Memang kendalanya kalau jaringan mendadak lelet, kami harus bersabar. Memang bagi kami yang belum terbiasa, membaca soal di kertas bisa lebih jelas. Namun, kami perlahan sudah akan bisa menyesuaikan dan merasa nyaman,” tutur beberapa siswa. (L.J)

Siswa SMAN 5 Palangka Raya ikuti Simulasi USBN Berbasis Android

Simulasi itu penting. Simulasi itu menguji coba suatu program kegiatan agar saat pelaksanaan yang sesungguhnya kelak bisa diyakini akan berjalan lancar. Pemahaman dan optimisme tentu bisa dibangun dengan mencoba, berlatih, dan menguji untuk memastikan bahwa kegiatan akan berlangsung dengan semestinya dan menepis keraguan.

Begitu kiranya. Maka simulasi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Berbasis Android pun dilaksanakan di SMAN 5 Palangka Raya pada Selasa–Rabu, 26–27 November 2019. Tentu sosialisasi pun dilakukan untuk mengawali simulasi. Meski USBN Berbasis Komputer dan UN Berbasis Komputer sudah beberapa kali dilaksanakan sekolah ini, USBN berbasis android baru akan kali ini dilaksanakan di sekolah ini.

“Ya, persiapan yang matang kita upayakan. Tim kita dengan fasilitas yang ada telah bekerja keras agar semua berjalan lancar. Memang tetap ada kendala, seperti jaringan yang kadang-kurang stabil sehingga siswa dan guru mesti bersabar. Namun, kita tetap harus optimistis untuk berubah dan bekerja lebih efektif dan efisien dan hasilnya lebih baik,” tutur kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs.M. Ramli, M.Pd.

Ratusan siswa kelas XII pun tampak serius mengikuti simulasi. Apalagi, ini menyangkut kesiapan dan kesuksesan menyongsong USBN Berbasis Android tahun depan yang tidak lama lagi tiba. Walau awalnya mungkin agak gamang karena terbiasa menyelesaikan soal dengan kertas dan pulpen, kini mereka mulai mengakrabi penyelesai soal dengan gawai (gadget).

Hari Selasa, 26 November 2019 para siswa bersimulasi USBN Berbasis Android dengan mengerjakan soal Bahasa Indonesia. Berlanjut Selasa, 27 November 2019, soal dua mata pelajaran, yakni Bahasa Inggris dan Matematika pun dicoba diselesaikan. Meski sempat ada kendala dan ketersendatan, simulasi menjadi bagian ujian kesabaran tersendiri sekaligus koreksi dan evaluasi untuk lebih siap menghadapi USBN Berbasis Android yang sebenarnya. (L.J)

MGMP di SMAN 5 Palangka Raya: Guru Harus Senantiasa Belajar

Dua hari berturut-turut, Jumat dan Sabtu, 26—27 Juli 2019 Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMAN 5 Palangka Raya berlangsung. Kegiatan untuk meningkatkan profesionalitas guru dalam pembelajaran ini diikuti oleh para guru semua mata pelajaran. Mereka tampak menunjukkan antusiasme meskipun ini bukan merupakan kegiatan yang asing lagi.

Di hadapan para guru, Kepala Dinas Pendikan Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Slamet Winaryo, M.Si., mengajak agar para pendidik memantapkan pelaksanaan Kurikulum 2013. Kemampuan mengembangkan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) menjadi tema-tema yang menarik dan kreatif dalam pembelajaran perlu terus dilakukan. Upaya untuk menggiring peserta didik untuk meraih empat keterampilan abad 21, yakni berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kerja sama mesti terus dilakukan dengan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan literasi.

“Para guru tak boleh berhenti menanamkan dan menguatkan karakter peserta didik. Bimbing mereka untuk bisa memecahkan masalah pembelajaran dan masalah dalam kehidupan dengan cerdas dan bijak. Kembangkan terus alat evaluasi dengan selalu mengembangkan soal yang mengajak siswa berpikir lebih tinggi (Higher Order Thingking Skills/HOTS).”

Terkait dengan kegiatan pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, Slamet mengimbau agar bisa dilaksanakan dengan porsi yang ideal sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. Menurutnya, guru harus bisa menentukan porsi yang sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya. Ada mata pelajaran yang mungkin porsi intrakurikulernya lebih banyak daripada ekstrakurikulernya. Sebaliknya, ada mata pelajaran yang porsi kegiatan intrakulernya lebih sedikit daripada ekstrakurikulernya.

Menyoroti tentang kondisi sekolah ini, ia berharap agar nama baik sekolah ini bisa tetap dijaga dan dipertahankan. Diakuinya bahwa semakin banyaknya siswa yang ditampung di sekolah dengan dana dan sarana prasarana yang tersedia minim bisa menyebabkan kualitas pembelajaran terkikis.

“Dulu saat sekolah ini hanya sedikit siswa, kualitas pendidikan dengan mudah terjaga. Siswa sedikit dengan dana dan sarpras yang memadai akan memudahkan pengelolaan pembelajaran. Nah, kini karena jumlah siswa begitu besar, mestinya kepala sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan harus bisa harus berupaya agar kegiatan pendidikan tetap bisa berlangsung secara berkualitas,” tuturnya.

Berkaitan dengan itu, untuk meningkatkan kualitas pendidik, ia menyarankan agar guru selalu disupervisi secara berkala. Tanpa pernah dilakukan supervisi akan menyebabkan kurang terkontrolnya kualitas pembelajaran.

“Kelemahan guru di Kalteng adalah kurangnya dilakukan supervis pembelajaran. Memang kalau kita berharap kepala sekolah dan pengawas yang melakukan supervisi, tak akan tercapai kegiatan supervisi untuk jumlah guru yang begitu besar dan penyebaran yang luas. Oleh karena itu, kelompok mata pelajaran yang tergabung dalam MGMP ini bisa bergantian saling menyupervisi. Ini bisa untuk menginstrospeksi bahwa para guru tentu masih memiliki kelemahan. Dengan begitu, guru harus tetap senantiasa belajar meskipun pengalaman masa kerja sudah lama atau menjelang purnatugas. Guru tidak boleh berhenti belajar karena guru adalah manusia pembelajar yang harus menjadi teladan bagi para peserta didik,” tegasnya mantap sesaat sebelum membuka kegiatan secara resmi

Sementara itu, Kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs. H. Arbusin mencoba menggugah semangat para guru dengan menyampaikan kilas balik kiprahnya selama bertugas di sekolah yang dulu berasrama ini.

“Saya mulai bertugas menjadi kepala sekolah di sini sudah empat tahun, yakni sejak 15 Juni 2015. Banyak peristiwa tak terduga terjadi yang saya ingat dan saya catat. Beragam liku-liku masalah silih berganti datang dan memerlukan penyelesaian dengan segenap perasaan, pikiran, tenaga, dan dana. Tentu itu semua sudah kita ketahui bersama. Kita sudah bergerak dan berbuat dengan segala kebijakan untuk menuntaskan masalah yang terjadi. Ada pahit getir, suka duka, dan ragam gejolak yang berkaitan dengan naik turunnya prestasi dan kinerja keluarga besar sekolah ini” kataya diikuti beberapa tuturan pengalamannya.

“Semua pengalaman itu hendaknya dapat kita sikapi secara bijak sebagai pembelajaran. Mari kita senantiasa bangkit bersama-sama untuk tetap bekerja keras, kreatif, dan penuh dedikasi. Kita tetap harus mampu memberikan pelayanan, penampilan, dan prestasi terbaik. Kita yakin dengan kemauan yang kuat dan ikhlas kita tetap dapat bekerja sama. Sama-sama bekerja dan maju bersama hebat semua!”

Selanjutnya, Wakasek Urusan Kurikulum, Dra. Yumiasi Tara, M.Si. memandu kegiatan perevisian perangkat administrasi pembelajaran. Perangkat ini harus digunakan oleh guru dan menyesuai dengan perubahan yang terjadi. Beberapa perangkat guru yang perlu dicermati dan dibahas kembali di antaranya, kalender pendidikan, program tahunan, , program semester, silabus, dan RPP.

“Perangkat pembelajaran harus menyesuaikan dengan perubahan. Oleh karena itu, revisi untuk menyesuaikan dengan alokasi waktu, materi, siswa, indikator pencapaian kompetensi, serta muatan PPK, empat keterampilan abad 21, dan pengembangan literasi harus dilakukan,” jelasnya.

Kegiatan penyelesaian perangkat pembelajaran pun berlangsung. Tentu kegiatan ini memerlukan waktu yang cukup. Ketelitian dan keseriusan tampak ditunjukkan para guru. Diskusi antarguru pun sesekali berlangsung meskipun mereka tetap fokus di depan laptopnya masing masing-masing. Jelaslah, bahwa mereka senantiasa sungguh-sungguh mempersiapkan perangkat pembelajaran karena guru harus senantiasa belajar. Nah! (L.J.)

Perkemahan Blok di SMAN 5 Palangka Raya: Penguatan Karakter melalui Pendidikan Kepramukaan

Setelah beberapa hari mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), siswa baru SMAN 5 Palangka Raya mengikuti perkemahan blok. Kegiatan ini juga berlangsung di lingkungan sekolah. Jumat, 19 Juli 2019, Kegiatan Perkemahan Blok untuk 215 siswa kelas X Tahun Pelajaran 2019/2020 pun digelar.

Pembukaan berlangsung di halaman sekolah. Kepala SMAN 5 Palangka Raya sekaligus Ketua Mabigus 227—228, Drs. H. Arbusin, bertindak sebagai Pembina upacara.

Amanat pun disampaikannya di hadapan para siswa berseragam lengkap. Tak tertinggal, para guru pun turut menyimaknya.

“Perkemahan Blok ini merupakan ekstrakurikuler wajib pendidikan kepramukaan yang harus diikuti oleh seluruh siswa. Ini juga sesuai dengan amanat implementasi Kurikulum 2013. Kegaitan ini akan berlangsung dua hari, yakni Jumat dan Sabtu. Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa sebagai anggota Pramuka dapat lebih menghayati dan mengamalkan dan melaksanakan Dasa Darma dan Tri Satya sehingga memiliki karakter yang kuat.

Arbusin mengajak para siswa dapat bersikap dan berbuat yang terbaik dan memberikan yang terbaik untuk sekolah. Siswa harus menaati tata tertib, melaksanakan kewajiban, belajar dengan sungguh-sungguh, dan berusaha untuk meraih prestasi terbaik. Sekolah ini membuka kesempatan kepada para siswa untuk belajar dan mengembangkan bakat, minat, dan kemampuan. Jadi, peluang memberikan yang terbaik untuk sekolah harus benar-benar dimanfaatkan.

Hal lain yang mesti diwaspadai—Arbusin mengingatkan—adalah pengaruh negatif yang berasal dari lingkungan dan media sosial. Para siswa harus meninggalkan kebiasaan berkumpul atau nongkrong yang negatif dan tidak produktif. Nongkrong di pinggir jalan atau di mana saja yang memberikan potensi pengaruh buruk harus dijauhi. Saat ini peredaran narkoba dan minuman keras mengancam generasi muda, termasuk para siswa. Oleh karena itu, para siswa harus membentengi diri dengan karakter yang kuat.

Berlanjut usai pembukaan, beragam kegiatan perkemahan blok pun bergulir. Tercatat dalam jadwal para pembina sekaligus narasumber silih berganti memaparkan materi dan memandu kegiatan, seperti Implementasi Kepramukaan dalam Kurikulum 2013 (Dra. Yumiasi Tara, M.Si.), Muatan Pendidikan Kepramukaan (I Wayan Muliana, S.Pd.), Sejarah dan Teknik Kepramukaan (Yuseftu Leluno, M.Pd.) Aneka kegiatan yang menarik keterlibatan peserta pun berlangsung pula, seperti Lomba Memasak, Api Unggun, dan Pentas Seni. Tentu kegiatan permainan aktivitas kepramukaan, Lomba Cepat Tepat, Latihan Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) juga akan mengundang minat para peserta untuk berpartisipasi aktif. Salam Pramuka! (L.J.)

Masuki Tahun Pelajaran 2019/2020, SMAN 5 Palangka Raya Gelar IHT

Menyongsong tahun pelajaran 2019/2020 SMAN 5 Palangka Raya menggelar In House Training (IHT). “Mengembangkan Pembelajaran Berbasis TIK dan Mewujudkan Program Adiwiyata” tampaknya menjadi tema kegiatan ini. Ini tentu sesuai dengan lembaga pendidikan ini sebagai salah satu sekolah yang akan menerapkan Pembelajaran Berbasis TIK dan melaksanakan Program Adiwiyata. Para pendidik dan tenaga kependidikan berpartisipasi aktif mengikuti kegiatan ini di aula sekolah pada Kamis, 18 Juli 2019.

Kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs. H. Arbusin mengajak para guru agar selalu merencanakan program pembelajaran secara sistematis sesuai panduan implementasi K-13 agar keberhasilan pembelajaran dapat terwujud.

“Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ini sangat penting agar kita dapat menyelenggarakan pembelajaran yang sistematis, terencana, dan terstruktur. Rencana pembelajaran harus dapat dilaksana dengan baik agar siswa dapat belajar secara maksimal untuk meraih keterampilan 4C abad 21, yakni mampu berpikir kritis (critical thinking), kreatif (creative), komunikatif (communicative), dan kolaboratif (colaborative),” tuturnya memberikan pengarahan.

Menyinggung soal disiplin, Arbusin menekankan agar guru selalu tertib dalam administrasi pembelajaran. Ini sangat penting sebagai bukti kesiapan melaksanakan pembelajaran yang terencana. Setelah itu, administrasi pembelajaran juga harus diimbangi dengan disiplin dalam melaksanakan pembelajaran bersama siswa. Dengan demikian, kondisi kelas vakum tanpa kegiatan pembelajaran bisa diminimalkan.

Sejalan dengan itu, Pengawas Pendidikan SMA, Dr. Rusnanie, M.Pd. menekankan agar guru dengan penuh kebersamaan terus mempertahankan dan meningkatkan disiplin kerja.

“Mari kita laksanakan tugas mengajar sesuai aturan dan semangat juang yang tinggi. Syukuri dan manfaatkan fasilitas dan potensi yang tersedia. Kita perlu membandingkan sebuah sekolah di daerah terpencil yang minim sarana dan jumlah guru. Namun, warga sekolah itu memiliki semangat belajar dan bekerja yang tinggi sehingga mencapai prestasi yang membanggakan. Nah, sekolah ini yang memiliki prasarana dan tenaga pendidik yang memadai tentu harus memiliki semangat yang harus lebih baik,” katanya saat membuka kegiatan.

Sesi kegiatan IHT pun diisi dengan paparan dan diskusi. Para narasumber dari sekolah ini memaparkan dan memandu peserta untuk curah pendapat. I Wayan Muliana, S. Pd. menguraikan materi Buku Digital Guru. Dalam paparannya ia menampilkan perlunya guru memanfaatkan aplikasi Buku Digital untuk lebih mudah mengelola administrasi pembelajaran secara praktis, efisien, ringan, dan aman. Dengan Buku Digital Guru banyak administrasi guru yang dapat disimpan dan dikelola di dalamnya, seperti Kalender Pendidikan, Silabus, RPP, Prota, Promes, Jadwal, Daftar Kehadiran Siswa, Kartu Soal, Kisi-kisi, dan Analisis Minggu Efektif.

Pembelajaran Berbasis TIK disampaikan oleh Sri Rahayu, S.Si. Menurutnya aplikasi berbasis TIK sangat penting untuk memudahkan akses dalam menyelenggarakan pembelajaran. Dengan aplikasi ini keterampilan guru dalam menjalankan tugasnya sebagai fasilitator, pelatih, mentor, kolaborator dan mitra belajar akan bertambah. sehingga diharapkan kualitas pelaksaaan tugasnya pun meningkat. Memang aplikasi ini memang memerlukan perangkat TIK dan paket data internet. Untuk sekolah ini yang sudah memiliki fasilitas tentunya akan dapat dilaksanakan dengan baik.

Paparan Perangkat Pembelajaran dipaparkan oleh Wakasek Kurikulum, Dra. Yumiasi Tara, M.Si. Ia mengajak para pendidik untuk menelaah dan merevisi serta menyempurnakan RPP agar segera siap digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Ia juga mengingatkan agar nilai karakter, literasi, dan program remedial agar masuk di dalamnya. Bahkan, RPP berbasis TIK harus mulai dirancang untuk melengkapi kesempurnaannya.

Narasumber dari luar sekolah khusus dihadirkan untuk memaparkan Progam Adiwiyata. Narasumber materi ini adalah Pelaksana Tugas Kadis Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, Ir. Antonia M.T Kupa. Ia mengajak keluarga besar SMAN 5 Palangka Raya untuk menguatkan karakter Berbudaya Lingkungan. Ia memaparkan bahwa sekolah ini sangat berpotensi untuk menjadi sekolah Adiwiyata. Lingkungannya yang cukup luas memudahkan untuk turut mewujudkan pembangunan berbudaya lingkungan.

Komitmen yang kuat yang didasari visi misi sekolah dan tim yang solid serta partisipasi aktif yang diwujudkan akan membuat Program Adiwiyata dapat terlaksana dengan baik. Untuk mewujudkannya Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan, dan instansi terkait lainnya akan memberikan kontribusi, seperti beragam bibit tanaman, gerobak, dan tong sampah. Kesuksesan Program Adiwiyata pasti akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi penguatan karakter, lingkungan yang segar, sehat, lestari, dan meningkatkan kualitas pembelajaran dan serta kenyamanan bagi warga sekolah dan masyarakat sekitarnya. (L.J)