Dishut Tanam Pohon di SMAN 5: Melestarikan hutan, Merawat Peradaban

Menanam pohon berarti merawat kehidupan. Pohon-pohon yang tumbuh rindang akan melestarikan alam untuk kemaslahatan kehidupan manusia. Oleh karena itu, kegiatan menanam pohon adalah wujud karakter cinta lingkungan. Menanam pohon berarti pula melestarikan hutan. Melestarikan hutan berarti pula merawat peradaban.

Jumat, 21 Februari 2020. Partisipasi dan semangat melestarikan hutan itu pun berlangsung di SMAN 5 Palangka Raya. Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah menggelar penanaman pohon di lingkungan sekolah yang memiliki luas lahan kurang lebih 11 hektar.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Sri Siswanto, beserta rombongan Gowes Rimbawan yang datang bersepeda menyerahkan bibit pohon sekaligus menanamnya bersama Kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs. M. Ramli, M.Pd.

“Mari kita giatkan menanam pohon. Jadilah rimbawan profesional yang berintegritas, inovatif untuk turut mewujudkan Kalteng Berkah!” kata Sri Siswanto di depan para siswa, guru, dan jajaran Dinas Kehutanan menyemangati.

“Menanam pohon mesti ikhlas. Setelah ditanam, pohon harus dirawat dengan sungguh-sungguh dan ikhlas. Tanaman juga perlu perhatian. Bahkan, memerlukan perhatian lebih daripada merawat manusia. Jika pohon sakit, ia tidak dapat menyebutkan penyakitnya. Kita sebagai manusia yang bijaksana dan cinta alam yang harus mengamatinya dengan seksama. Pohon tak bisa berkata kepada kita. Kitalah yang mesti merasa dengan mencermati gejala dan kondisinya dengan sepenuh cinta disertai doa,” tuturnya di halaman aula.

Sementara itu, Kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs.M. Ramli, berharap agar lingkungan sekolah yang luas ini bisa menumbuhkan cinta lingkungan kepada keluarga besar sekolah.

“Mari kita syukuri dan manfaatkan lahan sekolah kita yang luas. Kita bisa mewujudkan hutan pendidikan untuk keperluan pembelajaran dan penelitian. Hasil tanaman, seperti buah pun bisa kita nikmati bersama,” ajaknya penuh harap.

Maka kegembiraan dan menanam pohon pun berlangsung bersama. Siswa, guru, rimbawan menanam puluhan bibit pohon trembesi, rambutan dan mangga yang disediakan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah. Beberapa lokasi kosong, seperti di depan aula, pinggir halaman, dan lingkungan bekas asrama pun dimanfaatkan untuk ditanami.

Semoga bibit pohon segera tumbuh subur. Tumbuhlah pula cinta pada lingkungan lestari sebagai nafas kehidupan karena merawat hutan adakah bagian dari merawat peradaban. Salam Lestari! (L.J.)

Ruangguru Gelar Uji Coba UN Berbasis Android di SMAN 5 Palangka Raya

Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2019/2020 kian dekat. Berbagai persiapan sekolah untuk menghadapinya pun terus digiatkan. Salah satunya adalah dengan menggelar uji coba (try out) untuk para siswanya, baik yang diselenggarakan oleh sekolah maupun dengan kerja sama dengan pihak lain.

Seperti hal hari ini Selasa, 28 Januari 2020. Uji coba UN Berbasis Android digelar di aula SMAN 5 Palangka Raya. Kali ini, Ruangguru Bimbel Online, yakni sebuah perusahaan yang bergerak di bidang layanan dan produk pendidikan berbasis teknologi hadir langsung memberikan layanan uji coba UN secara gratis. Lebih dari 200 siswa kelas XII dari kelompok peminatan MIPA, IPS, dan IBB pun mengikuti kegiatan yang dipusatkan di aula sekolah.

Tim dari Ruangguru Bimbel Online, yaitu Ririn Marlita, S.Pd., Eka Novianti, S.Pd., Iin Muyasarah, S.E., dan Nashrotusy Syafa’ati, S.Pd. membimbing langsung penggunaan aplikasi android, termasuk juga dengan laptop dalam menyelesaikan soal-soal uji coba UN ini. Tampak para siswa berusaha serius untuk mengikuti tahapan dan menyelesaikan soal-soal yang cukup membuat kening berkerut. Meski telah diberikan sosialisasi sebelumnya, tampaknya sedikit kendala tetap saja terjadi. Namun, hal itu tidak sampai menghambat kegiatan yang berlangsung dalam empat sesi.

“Lelah juga kami seharian mengikuti uji coba untuk mata pelajaran yang di-UN-kan. Sesi pertama mata pelajaran Matematika, sesi kedua mata pelajaran Bahasa Indonesia, sesi ketiga mata pelajaran Bahasa Inggris, dan sesi keempat satu mata pelajaran peminatan. Semua soal yang berjumlah 40 atau 50 tiap mata pelajaran berbentuk pilihan ganda, jadi tinggal memilih opsi jawaban A, B, C, D, atau E. Mudah-mudahan ini bisa membuat kami sebagai siswa kelas XII untuk menghadapi UNBK yang sebenarnya pada bulan Maret nanti,” tutur Beti Maharani, siswi kelas XII MIPA.

Dari pantauan di aula tampak siswa diarahkan untuk mengikuti semua sesi uji coba UN dengan sungguh-sungguh. Kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs. M. Ramli, M.Pd., melalui Wakasek Kurikulum, Dra. Yumiasi Tara, M.Si. mengimbau agar siswa fokus mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh.

“Meskipun UN tidak menjadi penentu kelulusan, tetapi tetap menjadi bagian penting untuk kesiapan siswa mengikuti studi lanjutan. Siswa harus siap menghadapi UN. Oleh karena itu, uji coba dan pemantapan menghadapinya harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Hasilnya bisa menjadi bagian dari tolok ukur keberhasilan akademik dalam menggapai visi dan misi sekolah,” katanya memotivasi para siswa yang duduk lesehan di aula. (L.J.)

Tatkala Kadisdik Jadi Pembina Upacara di Sekolah

Senin pagi, 13 Januari 2020. Pelaksana Tugas Kadisdik Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. H. Mofit Saptono hadir ke SMAN 5 Palangka Raya. Kehadirannya ke sekolah ini bersama rombongan, di antaranya, Kabid Pembinaan SMA, Drs. Eliberson dan beberapa stafnya.

Mofit pun berkesempatan menjadi pembina upacara. Dalam amanatnya, ia menyampaikan pesan-pesan edukasi yang perlu dicermati dan dilaksanakan.

“semua unsur di satuan pendidikan harus saling mendukung. Sinergisitas antara kepala sekolah, guru, siswa dan unsur lain harus terjalin dengan baik untuk mencapai tujuan yang telah diprogramkan. Kita berharap sekolah ini terus dan akan lebih berkontribusi bagi pembangunan di Kalimantan Tengah yang kita cintai ini,” tuturnya di hadapan 700-an siswa sekolah yang berposisi di Jalan Tingang Km 3,5 ini. Di barisan yang lain, kepala sekolah, Drs. M.Ramli, M.Pd dan puluhan tenaga pendidik dan kependidikan menyimak dengan saksama.

Mofit mengingatkan bahwa ujian nasional untuk siswa kelas XII telah kian dekat. Meski ini bisa jadi UN tahun terakhir, persiapan untuk menghadapinya harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Apalagi, setelah UN tentu siswa juga bersiap untuk melanjutkan pendidikan.

“Siapkan juga diri kalian untuk memasuki Perguruan Tinggi Negeri yang hanya mampu rata-rata menampung 35% lulusan SLTA setiap tahunnya. Dengan persiapan yang matang dan benar serta optimisme yang tinggi, tentu peluang untuk meraih kursi PTN lebih terbuka,” katanya memotivasi.

Berkenaan dengan itu, para pendidik diharapkan dapat lebih meningkatkan kinerja membimbing siswa. Situasi mendatang yang penuh tantangan menghendaki kita siap menghadapi persaingan secara sportif dan menjadi pemenang. Informasi dari kegiatan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) harus dipahami dan ditindaklanjuti dengan baik.

“Silakan kepala sekolah dan para guru untuk tetap bersemangat dan terus bekerja ikhlas penuh motivasi. Bimbing siswa dengan tulus dan disiplin serta kreatif agar siap menghadapi tantangan.”

“Terakhir pesan untuk kalian para siswa. Kalian mesti waspada terhadap penyalahgunaan narkoba, minuman keras, dan obat-obatan terlarang. Jauhi dan hindari hal itu agar senantiasa sehat dan tidak terpengaruh hal-hal negatif yang menyertainya.”

Usai upacara, Mofit menyerahkan bingkisan kejutan untuk sekolah yang diberikan melalui siswa yang bertugas sebagai pemimpin upacara. Penyerahan piala dari beberapa lomba yang diikuti siswa di luar sekolah juga berlangsung oleh kepala sekolah dan pejabat struktural yang hadir bersama Kadisdik.(L.J.)

Tanpa Kenakalan, Remaja Makin Luar Biasa

Penuh semangat meluap. Banyak energi dan potensi. Namun, semangat luar biasa yang dimiliki remaja berpotensi pula menggiring ke perilaku negatif. Maka terbitlah benih kenakalan.

Meski sesungguhnya kenakalan bukan hanya didominasi remaja–orang tua juga ada yang nakal–, tampaknya kenakalan remaja sering tetap lebih disoroti dan menyita perhatian. Banyak pihak menyatakan prihatin dan berusaha turut berkontribusi mencegah dan menanggulanginya.

“Kita bangga dengan remaja kita yang baik dan berprestasi. Namun, kita juga prihatin masih banyak remaja yang nakal dan melanggar hukum. Kenakalan mereka terwujud, seperti meminum minuman keras, coret-coret sembarangan, mengebut di jalan, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, dan perundungan (bullying),” tutur Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Kalteng, Kombes Ebet Gunandar, S.I.K. kepada siswa SMAN 5 Palangka Raya, Jumat sore, 10 Januari 2020.

Ratusan siswa yang duduk bersila di lantai aula pun menyimak saksama. Apalagi, kepala sekolah, Drs. M.Ramli, M.Pd., turut hadir dan duduk manis mengawasi mereka. Sosialisasi bertajuk “Kenakalan Remaja dan Upaya Menanggulanginya di Lingkungan Sekolah” itu pun mampu menahan siswa untuk antusias mengikuti hingga tuntas. Cuaca mendung tebal di luar disusul hujan justru menambah siswa untuk lebih fokus memerhatikan paparan itu.

“Cukup banyak remaja usia sekolah, termasuk SMA yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Bahkan, siswa SD pun ada yang terindikasi mengonsumsi narkoba. Kita prihatin sekali. Mudah-mudahan di sekolah ini tidak ada, ya?”

“Siaaap, tidak ada!” hampir serentak siswa merespons. Sebagian tersenyum dan tertawa ringan. Entah apa maknanya.

“Nah, berhati-hatilah. Jangan pernah mencoba narkoba. Hindari dan jauhilah agar kalian tidak terpedaya. Waspada, kini ditemukan jenis narkoba baru dari tumbuhan kratom yang ditemukan di daerah kita. Jangan pernah mencobanya.”

Kenakalan remaja di jalan yang kerap menimbulkan lakalantas juga mesti diwaspadai. Ebet mengingatkan agar tertib, sopan dan hati-hati berlalu lintas dibiasakan untuk keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan dan masyarakat sekitarnya.

“Kasus lakalantas banyak didominasi pula oleh remaja. Kurangnya pemahaman dan kesadaran tertib berlalu lintas menjadi penyebabnya. Oleh karena itu, pahami dan taati benar aturan dan rambu lalu lintas. Saling menghargailah dan jaga juga kesantunan di jalan.”

Semua bentuk kenakalan remaja bisa diatasi dan dicegah. Semua pihak mesti peduli dan menjadi teladan. Saling koreksi dan introspeksi dengan niat ikhlas untuk kebaikan bersama untuk kini dan masa datang adalah keharusan yang mesti diupayakan. Mari menjadi generasi yang baik, bertanggung jawab agar terhindar dari beragam tindak kenakalan. Sungguh, sadar dan mencegah kenakalan, siswa, remaja, dan makin bermakna dan luar biasa. Semoga. (L.J.)

Optimisme SMAN 5 Palangka dalam PAS Berbasis Android

Penilaian Akhir Semester (PAS) untuk SMA di Kota Palangka Raya tengah berlangsung. Kegiatan yang dimulai tanggal 9 Desember hingga 13 Desember 2019 ini cukup menarik perhatian. Segala persiapan mulai persiapan perlengkapan dan simulasi telah dilakukan.

SMAN 5 Palangka Raya kali ini dan untuk yang pertama menyelenggarakan PAS Berbasis Android. Tentu ini berbeda dengan selama ini yang biasanya berbasis kertas saat pelaksanaan Penilaian Akhir Semester.

Kepala SMAN 5 Palangka Raya Drs. M. Ramli, M.Pd., memaparkan bahwa penilaian merupakan serangkaian proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Sesuai PP Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas
Penilaian hasil belajar oleh pendidik;
Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah.

Berkaitan dengan itu, sekolah yang kini dipimpinnya melakukan perencanaan dan proses pembelajaran, juga melakukan penilaian hasil pembelajaran sebagai upaya terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.

“Pelaksanaan Penilaian Akhir Semester SMAN 5 Palangka Raya yang kali ini mulai berbasis android tetap mengacu pada prinsip-prinsip penilaian, yaitu valid, objektif, transparan/terbuka, adil, terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan, bermakna, sistematis, akuntabel dan beracuan kriteria.”

Berkaitan dengan PAS Berbasis Android, Ramli lebih lanjut menegaskan optimismenya bahwa siswa akan lebih fokus dan kepercayaan diri lebih tinggi. Dengan sistem ini, hasil nilai bisa dilihat langsung begitu siswa selesai mengerjakan soal. Diharapkan pula nilai murni yang diperoleh dapat mengangkat prestasi yang lebih baik. Apalagi, siswa di dalam kelas diacak ada siswa kelas X, XI, dan XII sehingga mereka akan bekerja mandiri dan lebih jujur karena peluang saling meniru jawaban teman sangat kecil,” tuturnya.

Dari pantauan selama berlangsung kegiatan, tampak siswa memang lebih tenang dan berkonsentrasi menghadapi soal di androidnya masing-masing. Mereka juga menyatakan merasa lebih nyaman dan cepat dengan cara ini.

“Ya, lebih mudah, menyenangkan, hemat, dan keren pakai android. Memang kendalanya kalau jaringan mendadak lelet, kami harus bersabar. Memang bagi kami yang belum terbiasa, membaca soal di kertas bisa lebih jelas. Namun, kami perlahan sudah akan bisa menyesuaikan dan merasa nyaman,” tutur beberapa siswa. (L.J)

Siswa SMAN 5 Palangka Raya ikuti Simulasi USBN Berbasis Android

Simulasi itu penting. Simulasi itu menguji coba suatu program kegiatan agar saat pelaksanaan yang sesungguhnya kelak bisa diyakini akan berjalan lancar. Pemahaman dan optimisme tentu bisa dibangun dengan mencoba, berlatih, dan menguji untuk memastikan bahwa kegiatan akan berlangsung dengan semestinya dan menepis keraguan.

Begitu kiranya. Maka simulasi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Berbasis Android pun dilaksanakan di SMAN 5 Palangka Raya pada Selasa–Rabu, 26–27 November 2019. Tentu sosialisasi pun dilakukan untuk mengawali simulasi. Meski USBN Berbasis Komputer dan UN Berbasis Komputer sudah beberapa kali dilaksanakan sekolah ini, USBN berbasis android baru akan kali ini dilaksanakan di sekolah ini.

“Ya, persiapan yang matang kita upayakan. Tim kita dengan fasilitas yang ada telah bekerja keras agar semua berjalan lancar. Memang tetap ada kendala, seperti jaringan yang kadang-kurang stabil sehingga siswa dan guru mesti bersabar. Namun, kita tetap harus optimistis untuk berubah dan bekerja lebih efektif dan efisien dan hasilnya lebih baik,” tutur kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs.M. Ramli, M.Pd.

Ratusan siswa kelas XII pun tampak serius mengikuti simulasi. Apalagi, ini menyangkut kesiapan dan kesuksesan menyongsong USBN Berbasis Android tahun depan yang tidak lama lagi tiba. Walau awalnya mungkin agak gamang karena terbiasa menyelesaikan soal dengan kertas dan pulpen, kini mereka mulai mengakrabi penyelesai soal dengan gawai (gadget).

Hari Selasa, 26 November 2019 para siswa bersimulasi USBN Berbasis Android dengan mengerjakan soal Bahasa Indonesia. Berlanjut Selasa, 27 November 2019, soal dua mata pelajaran, yakni Bahasa Inggris dan Matematika pun dicoba diselesaikan. Meski sempat ada kendala dan ketersendatan, simulasi menjadi bagian ujian kesabaran tersendiri sekaligus koreksi dan evaluasi untuk lebih siap menghadapi USBN Berbasis Android yang sebenarnya. (L.J)

SMAN 5 Palangka Raya Raih Prestasi dalam Lomba Cipta Puisi Solid

(Oleh: Aprilia Wulandari Boru Hutajulu, siswi Kelas X IBB)

Palangka Raya – Pada hari Jumat, 20 Desember 2019 Sohib Literasi Indonesia (Solid) di Kafe About Something menggelar pengumuman pemenang Lomba Cipta Puisi Tema Hari Ibu Tingkat SMA/SMK/MA di Kota Palangka Raya. Pelaksanaan lomba ini melalui daring (online). Para peserta mengirimkan puisi ciptaannya ke akun media sosial instagram pribadi hingga batas akhir pengiriman yaitu tanggal 18 Desember 2019 yang lalu.

Solid merupakan sebuah komunitas yang di dalamnya tergabung katalisator dan relawan (volunter) dari berbagai kalangan yang peduli akan pentingnya penumbuhan dan pengembangan minat literasi dalam diri anak-anak maupun pelajar di Kota Palangka Raya yang dikoordiniasi oleh Gerry Olvina Faz. Program kegiatan dalam komunitas ini di antaranya adalah memfasilitasi kebutuhan literasi anak-anak TK dan SD melalui agenda Taman Baca yang rutin digelar setiap hari Jumat pukul 15.00–16.00 EIB di kawasan Flamboyan Bawah. Dalam agenda ini, pihak Solid mengadakan bimbingan literasi melalui kegiatan gelar baca gratis, belajar membaca gratis, permainan bertema literasi, dan interaksi literasi lainnya dengan kolaborasi bersama berbagai komunitas di Kota Palangka Raya.

Di samping mengadakan kegiatan Taman Baca, komunitas ini juga menggelar kegiatan perlombaan yang mampu membangkitkan minat dan semangat literasi pelajar, salah satunya adalah Lomba Cipta Puisi Tingkat SMA/SMK/MA yang baru-baru ini digelar.

Dalam kegiatan ini tiga siswi SMAN 5 turut berpartisipasi dalam lomba ini dan berhasil meraih juara. Ketiganya adalah Aprilia Wulandari Boru Hutajulu sebagai juara 3, Anisa Jahratun Hikmah sebagai juara harapan 1, dan Kahewu Minggu Hawini sebagai juara harapan 5.

“Walaupun belum berhasil meraih juara 1, kami tetap senang karena berkesempatan mengikuti kegiatan ini. Karena melalui kegiatan ini kami bisa menyalurkan kegemaran kami menulis puisi,” ujar Anisa didukung temannya Aprilia dan Kahewu.

Hamsiyah, ketua panitia pelaksana kegiatan ini mengatakan tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah memberi ruang bagi pelajar dalam bidang seni cipta puisi.

“Dari pelaksanaan lomba ini kami ingin memberi ruang kepada adik-adik SMA/SMK/MA di Kota Cantik Palangka Raya ini untuk mengembangkan dan menyalurkan bakat mereka dalam seni penciptaan puisi dan juga secara khusus meningkatkan semangat mereka dalam literasi,” tuturnya.

Menyinggung tentang geliat literasi di kota ini, Hamsiyah berharap semua pihak bisa turut mendukung dan berpartisipasi.

“Kami juga berharap komunitas kami bisa terus berkembang sehingga gaung literasi di kota tercinta ini makin nyaring terdengar. Kami mengajak teman-teman semua dari berbagai kalangan baik pelajar, mahasiswa, karyawan, bahkan ibu rumah tangga, mari bergabung dalam komunitas kami sebagai pegiat, donatur, dan sukarelawan, kita bersama-sama terlibat dalam upaya peningkatan minat literasi ini,” tutupnya. **

SMAN 5 Raih Prestasi Lomba Minat Baca Dispursip

Oleh: Aprilia Wulandari Boru Hutajulu, siswi Kelas XI IBB

Palangka Raya – Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispursip) Daerah Provinsi Kalimantan Tengah kembali menggelar agenda tahunan, yaitu Lomba Minat Baca dan Bazar Buku Murah yang rutin digelar setiap tahunnya.

Tahun 2019 ini pelaksanaan agenda tersebut tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Pembukaan Bazar Buku Murah dilaksanakan bersamaan dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang Lomba Minat Baca yang telah diselenggarakan sebelumnya.

Selain mengadakan Bazar Buku Murah, Dispursip Provinsi Kalteng juga menggelar Lomba Minat Baca bagi siswa SMA/SMK/MA di Kota Palangka Raya pada tanggal 30 November dan 2 Desember 2019.

Dalam agenda Lomba Minat Baca ini, terdapat tiga macam lomba yang dilaksanakan, yaitu Lomba Penulisan Sinopsis, Lomba Cipta dan Baca Puisi, dan Lomba Pidato dalam Bahasa Inggris. Tema masing-masing lomba, yaitu B5 (Buku, Buka, Baca, Budaya, untuk Berhasil) untuk Lomba Cipta dan Baca Puisi dan tema Literacy for Prosperity untuk Lomba Pidato, sedangkan buku fiksi sebagai bahan acuan dalam Lomba Penulisan Sinopsis.

Para siswa yang dimotivasi guru pembimbing begitu antusias mengikuti kegiatan ini. Tercatat ada 33 peserta yang mengikuti Lomba Puisi, 18 orang peserta Lomba Pidato, dan 30 peserta Lomba Sinopsis.

Dalam acara puncak pelaksanaan Lomba Minat Baca, para pemenang dari ketiga cabang lomba pun diumumkan pada Senin, 2 Desember 2019. Beberapa siswa SMAN 5 Palangka Raya pun turut berhasil menjadi juara meskipun tidak meraih juara pertama. Mereka adalah Selpi Handayani juara 2 Lomba Penulisan Sinopsis, Aprilia Wulandari Boru Hutajulu juara 2 Lomba Cipta dan Baca Puisi, Jeany Claudia juara harapan 2 Lomba Penulisan Sinopsis, dan Anggraini Aprilia juara 3 Lomba Pidato dalam Bahasa Inggris.

Anggraini Aprilia, peraih juara 3 Lomba Pidato mengungkapkan kebahagiaannya ketika berhasil memperoleh prestasinya.

“Kalau ditanya bagaimana perasaan saya mengikuti lomba ini, ya tentu ada rasa gugup. Karena kebetulan pelaksanaan Lomba Pidato di panggung yang ada di area parkir halaman Dispursip. Jadi, ada banyak masyarakat umum yang melirik ke arah area lomba karena pelaksanaannya pun menggunakan pelantang yang suaranya sampai ke jalan raya dan sekitarnya. Namun, saya dan peserta lain tetap memaksimalkan rasa percaya diri. Dan inilah hasilnya dan sangat bersyukur,” tuturnya didampingi guru pembimbing, Tisia Pratiwi, S.Pd.

Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Dra. Susana Ria Aden, menyampaikan harapannya, agar kegiatan yang digelar oleh instansinya dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis guna pembudayaan literasi.

“Kami berharap dengan adanya agenda ini, adik-adik peserta lomba sekalian semakin giat berliterasi dan kelak bisa menjadi penulis Kalteng yang disegani,” katanya.

Pihaknya pun berharap agar ke depannya agenda ini bisa terus terlaksana sebagai upaya penggerakan budaya literasi.*

SMAN 5 Palangka Raya Raih Juara 2 Festival Musikalisasi Puisi

Kembali SMAN 5 Palangka Raya menorehkan prestasinya. Kali ini dalam Festival Musikalisasi Puisi bagi Siswa SMA/SMK se-Kalimantan Tengah yang diselenggarakan Balai Bahasa tanggal 31 Juli—1 Agustus 2019. Meskipun hanya meraih juara 2, tim musikalisasi sekolah ini yang beranggotakan enam siswa di bawah bimbingan guru pendamping, yakni Gerhard Gere, S.Pd., Ika Saktila M. Odas, M.Pd. dan Yuseftu Leluno, M.Pd. ini tetap bersyukur dan harus mendapat sambutan yang apresiatif.

Upaya serius dan sungguh-sungguh dalam berlatih tentu sudah dilakukan untuk memaksimalkan performansi dalam ajang tahunan yang cukup bergengsi ini. Tim yang beranggotakan Pry Andriawan, Indah Restuati, dan empat rekannya berhasil melewati babak penyisihan dan masuk final dalam festival yang bertema “Melalui Festival Musikalisasi Puisi Kita Tingkatkan Dinamika Pemuda dalam Memantapkan Eksistensi Bahasa dan Sastra Indonesia di Era Milenial”. Di bawah dukungan puluhan rekan satu sekolah, mereka tampil memukau membawakan puisi wajib “Kupanggil Namamu” karya W.S. Rendra dan puisi pilihan “Lagu dalam Hujan” karya Abdul Hadi W.M. Aplaus dan sorak paling heboh dan menggelora pun memenuhi aula Balai Bahasa usai mereka menuntaskan penampilannya. Suguhan musikalisasi puisi modern yang dibungkus khas etnik yang memikat. Kostum dan alat musik tradisional serta modern dengan nuansa kearifan lokal lainnya berpadu dalam kreativitas tampak memikat perhatian dewan juri dan para hadirin.

Syukur tentu ditunjukkan tim SMAN 5 Palangka Raya yang berhasil meraih juara II. Beberapa sekolah lain yang meraih juara adalah sebagai berikut. Peraih juara I adalah SMA Golden Christian School Palangka Raya. Juara III diperoleh SMAN 2 Palangka Raya. Sementara itu, juara harapan I adalah SMAN 1 Katingan Hilir, juara harapan II SMAN 4 Palangka Raya, dan juara harapan III SMAN 3 Palangka Raya. Gempita gembira tampak pada wajah para pemenang saat menerima hadiah berupa trofi, sertifikat, dan sejumlah uang pembinaan.

“Ya, meski hanya meraih juara 2 kita tetap bersyukur. Kita sudah berlatih dan bekerja keras untuk meraih yang terbaik. Mudah-mudahan hasil ini membangkitkan semangat berprestasi lebih baik lagi pada waktu mendatang. Semoga ini turut semakin menguatkan komitmen sekolah untuk lebih memberikan perhatian kepada berbagai kegiatan siswa untuk lebih berprestasi,” tutur Ika Saktila M. Odas, M.Pd., salah satu guru pembimbing yang setia mendampingi siswanya sampai akhir kegiatan.

Tentu terus-menerus Kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs. H. Arbusin, mengapresiasi prestasi para siswanya. Baginya, merupakan anugerah yang harus disyukuri serta harus terus ditingkatkan prestasi sekolahnya.

“Kita selalu memotivasi kegiatan para siswa untuk mengikut kegiatan yang positif dan menghasilkan prestasi. Kita yakin, jika para guru dan siswa mau bekerja dan belajar dengan sungguh-sungguh, prestasi terbaik akan dapat kita raih,” katanya penuh optimisme. Sukses! (L.J.)

Guru SMAN 5 Palangka Raya Pemenang II Penghargaan Acarya Sastra

Lagi, SMAN 5 Palangka Raya membukukan prestasinya. Kali ini dalam ajang Penghargaan Acarya Sastra bagi Pendidik Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang digulirkan Balai Bahasa kalimantan Tengah. Salah satu guru sekolah ini, yakni Lukman Juhara harus bersyukur setelah ditetapkan sebagai Pemenang II pada Kamis, 1 Agustus 2019.

Penghargaan Acarya Sastra merupakan ajang yang ditujukan khusus untuk para pendidik yang sering terlibat dalam kegiatan literasi dan apresiasi sastra, baik di sekolah maupun di luar sekolah, termasuk keaktifan dalam komunitas literasi. Selain itu, tentu pula aktivitas menulis atau berkarya terus dilakukan secara konsisten dalam kurun lima tahun terakhir. Tentu saja konsistensi partisipasi aktif dalam kegiatan literasi dan apresiasi sastra, baik sebagai partisipan, panitia, maupun narasumber harus dibuktikan dengan berkas karya dan laporan portofolio yang representatif.

Menurut Lukman, portofolio yang diikutkan dalam ajang ini adalah cerpen-cerpennya yang sudah dipublikasikan di media massa. Lalu, laporan kegiatan literasi dan apresiasi sastranya kebanyakan adalah partisipasi aktifnya di komunitas Payung Literasi Palangka Raya.

“Alhamdulillah, menjadi pemenang kedua. Mudah-mudahan bisa memotivasi diri maupun rekan-rekan pendidik dan peserta didik untuk belajar, berkarya, dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, termasuk kegiatan literasi. Selain itu, semoga ini bisa memotivasi kita untuk selalu mengadmistrasikan atau membukukan kegiatan atau hasil karya kita. Portofolio itu memang penting sebagai bukti prestasi kita,” kata guru Bahasa Indonesia yang juga punya hobi bermain catur ini.

Kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs. H. Arbusin, selalu memberikan apresiasi kepada para guru untuk selalu bekerja dengan baik dan memberikan prestasi terbaik. Menurutnya, semua pendidik tentu harus memotivasi siswanya untuk berprestasi, salah satunya dengan turut mengikuti ajang prestasi. Ia mendukung para guru agar terus memberikan pelayanan, penampilan, dan prestasi (3P) terbaik bagi sekolahnya.

“Kita terus memberikan dukungan kepada para guru untuk bersama-sama meraih prestasi dan memotivasi siswanya terus meraih prestasi dan menguatkan karakter. Kita punya komitmen yang kuat untuk itu. Meskipun kekurangan masih tetap ada, termasuk kekurangan dana, semangat Kurikulum 2013 maju bersama hebat semua harus terus digelorakan,” tuturnya memotivasi. (L.J.)