Tanpa Kenakalan, Remaja Makin Luar Biasa

Penuh semangat meluap. Banyak energi dan potensi. Namun, semangat luar biasa yang dimiliki remaja berpotensi pula menggiring ke perilaku negatif. Maka terbitlah benih kenakalan.

Meski sesungguhnya kenakalan bukan hanya didominasi remaja–orang tua juga ada yang nakal–, tampaknya kenakalan remaja sering tetap lebih disoroti dan menyita perhatian. Banyak pihak menyatakan prihatin dan berusaha turut berkontribusi mencegah dan menanggulanginya.

“Kita bangga dengan remaja kita yang baik dan berprestasi. Namun, kita juga prihatin masih banyak remaja yang nakal dan melanggar hukum. Kenakalan mereka terwujud, seperti meminum minuman keras, coret-coret sembarangan, mengebut di jalan, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, dan perundungan (bullying),” tutur Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Kalteng, Kombes Ebet Gunandar, S.I.K. kepada siswa SMAN 5 Palangka Raya, Jumat sore, 10 Januari 2020.

Ratusan siswa yang duduk bersila di lantai aula pun menyimak saksama. Apalagi, kepala sekolah, Drs. M.Ramli, M.Pd., turut hadir dan duduk manis mengawasi mereka. Sosialisasi bertajuk “Kenakalan Remaja dan Upaya Menanggulanginya di Lingkungan Sekolah” itu pun mampu menahan siswa untuk antusias mengikuti hingga tuntas. Cuaca mendung tebal di luar disusul hujan justru menambah siswa untuk lebih fokus memerhatikan paparan itu.

“Cukup banyak remaja usia sekolah, termasuk SMA yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Bahkan, siswa SD pun ada yang terindikasi mengonsumsi narkoba. Kita prihatin sekali. Mudah-mudahan di sekolah ini tidak ada, ya?”

“Siaaap, tidak ada!” hampir serentak siswa merespons. Sebagian tersenyum dan tertawa ringan. Entah apa maknanya.

“Nah, berhati-hatilah. Jangan pernah mencoba narkoba. Hindari dan jauhilah agar kalian tidak terpedaya. Waspada, kini ditemukan jenis narkoba baru dari tumbuhan kratom yang ditemukan di daerah kita. Jangan pernah mencobanya.”

Kenakalan remaja di jalan yang kerap menimbulkan lakalantas juga mesti diwaspadai. Ebet mengingatkan agar tertib, sopan dan hati-hati berlalu lintas dibiasakan untuk keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan dan masyarakat sekitarnya.

“Kasus lakalantas banyak didominasi pula oleh remaja. Kurangnya pemahaman dan kesadaran tertib berlalu lintas menjadi penyebabnya. Oleh karena itu, pahami dan taati benar aturan dan rambu lalu lintas. Saling menghargailah dan jaga juga kesantunan di jalan.”

Semua bentuk kenakalan remaja bisa diatasi dan dicegah. Semua pihak mesti peduli dan menjadi teladan. Saling koreksi dan introspeksi dengan niat ikhlas untuk kebaikan bersama untuk kini dan masa datang adalah keharusan yang mesti diupayakan. Mari menjadi generasi yang baik, bertanggung jawab agar terhindar dari beragam tindak kenakalan. Sungguh, sadar dan mencegah kenakalan, siswa, remaja, dan makin bermakna dan luar biasa. Semoga. (L.J.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *