Ruangguru Gelar Uji Coba UN Berbasis Android di SMAN 5 Palangka Raya

Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2019/2020 kian dekat. Berbagai persiapan sekolah untuk menghadapinya pun terus digiatkan. Salah satunya adalah dengan menggelar uji coba (try out) untuk para siswanya, baik yang diselenggarakan oleh sekolah maupun dengan kerja sama dengan pihak lain.

Seperti hal hari ini Selasa, 28 Januari 2020. Uji coba UN Berbasis Android digelar di aula SMAN 5 Palangka Raya. Kali ini, Ruangguru Bimbel Online, yakni sebuah perusahaan yang bergerak di bidang layanan dan produk pendidikan berbasis teknologi hadir langsung memberikan layanan uji coba UN secara gratis. Lebih dari 200 siswa kelas XII dari kelompok peminatan MIPA, IPS, dan IBB pun mengikuti kegiatan yang dipusatkan di aula sekolah.

Tim dari Ruangguru Bimbel Online, yaitu Ririn Marlita, S.Pd., Eka Novianti, S.Pd., Iin Muyasarah, S.E., dan Nashrotusy Syafa’ati, S.Pd. membimbing langsung penggunaan aplikasi android, termasuk juga dengan laptop dalam menyelesaikan soal-soal uji coba UN ini. Tampak para siswa berusaha serius untuk mengikuti tahapan dan menyelesaikan soal-soal yang cukup membuat kening berkerut. Meski telah diberikan sosialisasi sebelumnya, tampaknya sedikit kendala tetap saja terjadi. Namun, hal itu tidak sampai menghambat kegiatan yang berlangsung dalam empat sesi.

“Lelah juga kami seharian mengikuti uji coba untuk mata pelajaran yang di-UN-kan. Sesi pertama mata pelajaran Matematika, sesi kedua mata pelajaran Bahasa Indonesia, sesi ketiga mata pelajaran Bahasa Inggris, dan sesi keempat satu mata pelajaran peminatan. Semua soal yang berjumlah 40 atau 50 tiap mata pelajaran berbentuk pilihan ganda, jadi tinggal memilih opsi jawaban A, B, C, D, atau E. Mudah-mudahan ini bisa membuat kami sebagai siswa kelas XII untuk menghadapi UNBK yang sebenarnya pada bulan Maret nanti,” tutur Beti Maharani, siswi kelas XII MIPA.

Dari pantauan di aula tampak siswa diarahkan untuk mengikuti semua sesi uji coba UN dengan sungguh-sungguh. Kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs. M. Ramli, M.Pd., melalui Wakasek Kurikulum, Dra. Yumiasi Tara, M.Si. mengimbau agar siswa fokus mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh.

“Meskipun UN tidak menjadi penentu kelulusan, tetapi tetap menjadi bagian penting untuk kesiapan siswa mengikuti studi lanjutan. Siswa harus siap menghadapi UN. Oleh karena itu, uji coba dan pemantapan menghadapinya harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Hasilnya bisa menjadi bagian dari tolok ukur keberhasilan akademik dalam menggapai visi dan misi sekolah,” katanya memotivasi para siswa yang duduk lesehan di aula. (L.J.)

Tatkala Kadisdik Jadi Pembina Upacara di Sekolah

Senin pagi, 13 Januari 2020. Pelaksana Tugas Kadisdik Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. H. Mofit Saptono hadir ke SMAN 5 Palangka Raya. Kehadirannya ke sekolah ini bersama rombongan, di antaranya, Kabid Pembinaan SMA, Drs. Eliberson dan beberapa stafnya.

Mofit pun berkesempatan menjadi pembina upacara. Dalam amanatnya, ia menyampaikan pesan-pesan edukasi yang perlu dicermati dan dilaksanakan.

“semua unsur di satuan pendidikan harus saling mendukung. Sinergisitas antara kepala sekolah, guru, siswa dan unsur lain harus terjalin dengan baik untuk mencapai tujuan yang telah diprogramkan. Kita berharap sekolah ini terus dan akan lebih berkontribusi bagi pembangunan di Kalimantan Tengah yang kita cintai ini,” tuturnya di hadapan 700-an siswa sekolah yang berposisi di Jalan Tingang Km 3,5 ini. Di barisan yang lain, kepala sekolah, Drs. M.Ramli, M.Pd dan puluhan tenaga pendidik dan kependidikan menyimak dengan saksama.

Mofit mengingatkan bahwa ujian nasional untuk siswa kelas XII telah kian dekat. Meski ini bisa jadi UN tahun terakhir, persiapan untuk menghadapinya harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Apalagi, setelah UN tentu siswa juga bersiap untuk melanjutkan pendidikan.

“Siapkan juga diri kalian untuk memasuki Perguruan Tinggi Negeri yang hanya mampu rata-rata menampung 35% lulusan SLTA setiap tahunnya. Dengan persiapan yang matang dan benar serta optimisme yang tinggi, tentu peluang untuk meraih kursi PTN lebih terbuka,” katanya memotivasi.

Berkenaan dengan itu, para pendidik diharapkan dapat lebih meningkatkan kinerja membimbing siswa. Situasi mendatang yang penuh tantangan menghendaki kita siap menghadapi persaingan secara sportif dan menjadi pemenang. Informasi dari kegiatan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) harus dipahami dan ditindaklanjuti dengan baik.

“Silakan kepala sekolah dan para guru untuk tetap bersemangat dan terus bekerja ikhlas penuh motivasi. Bimbing siswa dengan tulus dan disiplin serta kreatif agar siap menghadapi tantangan.”

“Terakhir pesan untuk kalian para siswa. Kalian mesti waspada terhadap penyalahgunaan narkoba, minuman keras, dan obat-obatan terlarang. Jauhi dan hindari hal itu agar senantiasa sehat dan tidak terpengaruh hal-hal negatif yang menyertainya.”

Usai upacara, Mofit menyerahkan bingkisan kejutan untuk sekolah yang diberikan melalui siswa yang bertugas sebagai pemimpin upacara. Penyerahan piala dari beberapa lomba yang diikuti siswa di luar sekolah juga berlangsung oleh kepala sekolah dan pejabat struktural yang hadir bersama Kadisdik.(L.J.)

Tanpa Kenakalan, Remaja Makin Luar Biasa

Penuh semangat meluap. Banyak energi dan potensi. Namun, semangat luar biasa yang dimiliki remaja berpotensi pula menggiring ke perilaku negatif. Maka terbitlah benih kenakalan.

Meski sesungguhnya kenakalan bukan hanya didominasi remaja–orang tua juga ada yang nakal–, tampaknya kenakalan remaja sering tetap lebih disoroti dan menyita perhatian. Banyak pihak menyatakan prihatin dan berusaha turut berkontribusi mencegah dan menanggulanginya.

“Kita bangga dengan remaja kita yang baik dan berprestasi. Namun, kita juga prihatin masih banyak remaja yang nakal dan melanggar hukum. Kenakalan mereka terwujud, seperti meminum minuman keras, coret-coret sembarangan, mengebut di jalan, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, dan perundungan (bullying),” tutur Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Kalteng, Kombes Ebet Gunandar, S.I.K. kepada siswa SMAN 5 Palangka Raya, Jumat sore, 10 Januari 2020.

Ratusan siswa yang duduk bersila di lantai aula pun menyimak saksama. Apalagi, kepala sekolah, Drs. M.Ramli, M.Pd., turut hadir dan duduk manis mengawasi mereka. Sosialisasi bertajuk “Kenakalan Remaja dan Upaya Menanggulanginya di Lingkungan Sekolah” itu pun mampu menahan siswa untuk antusias mengikuti hingga tuntas. Cuaca mendung tebal di luar disusul hujan justru menambah siswa untuk lebih fokus memerhatikan paparan itu.

“Cukup banyak remaja usia sekolah, termasuk SMA yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Bahkan, siswa SD pun ada yang terindikasi mengonsumsi narkoba. Kita prihatin sekali. Mudah-mudahan di sekolah ini tidak ada, ya?”

“Siaaap, tidak ada!” hampir serentak siswa merespons. Sebagian tersenyum dan tertawa ringan. Entah apa maknanya.

“Nah, berhati-hatilah. Jangan pernah mencoba narkoba. Hindari dan jauhilah agar kalian tidak terpedaya. Waspada, kini ditemukan jenis narkoba baru dari tumbuhan kratom yang ditemukan di daerah kita. Jangan pernah mencobanya.”

Kenakalan remaja di jalan yang kerap menimbulkan lakalantas juga mesti diwaspadai. Ebet mengingatkan agar tertib, sopan dan hati-hati berlalu lintas dibiasakan untuk keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan dan masyarakat sekitarnya.

“Kasus lakalantas banyak didominasi pula oleh remaja. Kurangnya pemahaman dan kesadaran tertib berlalu lintas menjadi penyebabnya. Oleh karena itu, pahami dan taati benar aturan dan rambu lalu lintas. Saling menghargailah dan jaga juga kesantunan di jalan.”

Semua bentuk kenakalan remaja bisa diatasi dan dicegah. Semua pihak mesti peduli dan menjadi teladan. Saling koreksi dan introspeksi dengan niat ikhlas untuk kebaikan bersama untuk kini dan masa datang adalah keharusan yang mesti diupayakan. Mari menjadi generasi yang baik, bertanggung jawab agar terhindar dari beragam tindak kenakalan. Sungguh, sadar dan mencegah kenakalan, siswa, remaja, dan makin bermakna dan luar biasa. Semoga. (L.J.)

Mahasiswa UPR Akhiri PPL di SMAN 5 Palangka Raya

Setelah kurang lebih tiga bulan berlangsung, akhirnya mahasiswa FKIP Universitas Palangka Raya (UPR) mengakhiri tugas Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Di SMAN 5 Palangka Raya, 21 mahasiswa PPL yang terbagi atas 7 mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, PPkn, Kimia, Sosiologi, dan Ekonomi pun telah menuntaskan tugasnya.

Rabu, 11 Desember 2019 pelepasan ke-21 mahasiswa itu pun berlangsung di aula sekolah. Perwakilan mahasiswa pun menyampaikan kesan positif selama bertugas di sekolah ini.

“Kami berterima kasih kepada kepala sekolah, guru pembimbing, dewan guru, staf tata usaha, dan para siswa serta keluarga besar SMAN 5 Palangka Raya yang telah menerima kami dengan penuh kekeluargaan selama ini. Di sekolah ini kami telah mendapat kesempatan mempraktikkan secara langsung ilmu dan pembekalan yang kami peroleh di bangku kuliah. Kami telah belajar mengampu mata pelajaran dan melaksanakan pembelajaran di sekolah ini. Rasanya begitu singkat dan kami masih harus banyak belajar sebagai mahasiswa calon pendidik. Mudah-mudahan suatu saat ada di antara kami yang bisa kembali ke sekolah ini untuk menjadi guru yang sesungguhnya,” katanya berharap.

Kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs. M. Ramli, M.Pd. berharap agar para mahasiswa peserta PPL terus belajar untuk agar nanti menjadi guru profesional.

“Seorang guru pun harus tetap belajar. Tentulah pula para calon guru harus lebih bersemangat dalam belajar. Teruslah memperbarui ilmu, wawasan, dan keterampilan di era yang terus berubah pesat. Calon pendidik tidak boleh berhenti belajar agar kelak dapat membimbing peserta didik ke arah yang lebih baik dan lebih berkarakter,” tuturnya memotivasi.

Lebih lanjut, Ramli menyampaikan permohonan maaf jika sekolahnya yang baru tahun kedua menerima mahasiswa PPL, belum memberikan fasilitas terbaik dalam kegiatan PPL ini. Meskipun demikian, pihaknya tetap membuka diri untuk menerima mahasiswa PPL pada waktu mendatang. (L.J.)

Optimisme SMAN 5 Palangka dalam PAS Berbasis Android

Penilaian Akhir Semester (PAS) untuk SMA di Kota Palangka Raya tengah berlangsung. Kegiatan yang dimulai tanggal 9 Desember hingga 13 Desember 2019 ini cukup menarik perhatian. Segala persiapan mulai persiapan perlengkapan dan simulasi telah dilakukan.

SMAN 5 Palangka Raya kali ini dan untuk yang pertama menyelenggarakan PAS Berbasis Android. Tentu ini berbeda dengan selama ini yang biasanya berbasis kertas saat pelaksanaan Penilaian Akhir Semester.

Kepala SMAN 5 Palangka Raya Drs. M. Ramli, M.Pd., memaparkan bahwa penilaian merupakan serangkaian proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Sesuai PP Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas
Penilaian hasil belajar oleh pendidik;
Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah.

Berkaitan dengan itu, sekolah yang kini dipimpinnya melakukan perencanaan dan proses pembelajaran, juga melakukan penilaian hasil pembelajaran sebagai upaya terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.

“Pelaksanaan Penilaian Akhir Semester SMAN 5 Palangka Raya yang kali ini mulai berbasis android tetap mengacu pada prinsip-prinsip penilaian, yaitu valid, objektif, transparan/terbuka, adil, terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan, bermakna, sistematis, akuntabel dan beracuan kriteria.”

Berkaitan dengan PAS Berbasis Android, Ramli lebih lanjut menegaskan optimismenya bahwa siswa akan lebih fokus dan kepercayaan diri lebih tinggi. Dengan sistem ini, hasil nilai bisa dilihat langsung begitu siswa selesai mengerjakan soal. Diharapkan pula nilai murni yang diperoleh dapat mengangkat prestasi yang lebih baik. Apalagi, siswa di dalam kelas diacak ada siswa kelas X, XI, dan XII sehingga mereka akan bekerja mandiri dan lebih jujur karena peluang saling meniru jawaban teman sangat kecil,” tuturnya.

Dari pantauan selama berlangsung kegiatan, tampak siswa memang lebih tenang dan berkonsentrasi menghadapi soal di androidnya masing-masing. Mereka juga menyatakan merasa lebih nyaman dan cepat dengan cara ini.

“Ya, lebih mudah, menyenangkan, hemat, dan keren pakai android. Memang kendalanya kalau jaringan mendadak lelet, kami harus bersabar. Memang bagi kami yang belum terbiasa, membaca soal di kertas bisa lebih jelas. Namun, kami perlahan sudah akan bisa menyesuaikan dan merasa nyaman,” tutur beberapa siswa. (L.J)

Siswa SMAN 5 Palangka Raya ikuti Simulasi USBN Berbasis Android

Simulasi itu penting. Simulasi itu menguji coba suatu program kegiatan agar saat pelaksanaan yang sesungguhnya kelak bisa diyakini akan berjalan lancar. Pemahaman dan optimisme tentu bisa dibangun dengan mencoba, berlatih, dan menguji untuk memastikan bahwa kegiatan akan berlangsung dengan semestinya dan menepis keraguan.

Begitu kiranya. Maka simulasi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Berbasis Android pun dilaksanakan di SMAN 5 Palangka Raya pada Selasa–Rabu, 26–27 November 2019. Tentu sosialisasi pun dilakukan untuk mengawali simulasi. Meski USBN Berbasis Komputer dan UN Berbasis Komputer sudah beberapa kali dilaksanakan sekolah ini, USBN berbasis android baru akan kali ini dilaksanakan di sekolah ini.

“Ya, persiapan yang matang kita upayakan. Tim kita dengan fasilitas yang ada telah bekerja keras agar semua berjalan lancar. Memang tetap ada kendala, seperti jaringan yang kadang-kurang stabil sehingga siswa dan guru mesti bersabar. Namun, kita tetap harus optimistis untuk berubah dan bekerja lebih efektif dan efisien dan hasilnya lebih baik,” tutur kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs.M. Ramli, M.Pd.

Ratusan siswa kelas XII pun tampak serius mengikuti simulasi. Apalagi, ini menyangkut kesiapan dan kesuksesan menyongsong USBN Berbasis Android tahun depan yang tidak lama lagi tiba. Walau awalnya mungkin agak gamang karena terbiasa menyelesaikan soal dengan kertas dan pulpen, kini mereka mulai mengakrabi penyelesai soal dengan gawai (gadget).

Hari Selasa, 26 November 2019 para siswa bersimulasi USBN Berbasis Android dengan mengerjakan soal Bahasa Indonesia. Berlanjut Selasa, 27 November 2019, soal dua mata pelajaran, yakni Bahasa Inggris dan Matematika pun dicoba diselesaikan. Meski sempat ada kendala dan ketersendatan, simulasi menjadi bagian ujian kesabaran tersendiri sekaligus koreksi dan evaluasi untuk lebih siap menghadapi USBN Berbasis Android yang sebenarnya. (L.J)

Dua guru SMAN 5 Palangka Raya Raih Juara Lomba Pidato HGN 2019 di LPMP

Hari Guru Nasional (HGN) ke-74 pada Senin, 25 November 2019 mencatatkan berkah spesial untuk SMAN 5 Palangka Raya. Dua guru dari sekolah yang terletak di Jalan Tingang Km 3,5 ini berhasil meraih juara 1 dan 2 Lomba Pidato Hari Guru Nasional (HGN) 2019 yang diselenggarakan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimatan Tengah. Dua guru itu adalah Lukman Juhara yang meraih juara 1 dan Endar Priyo Sulistiyo yang memperoleh juara 2.

Dalam lomba yang bertujuan untuk meningkatkan apresiasi dan kreativitas guru itu keduanya telah tampil berpidato pada Rabu, 20 November 2019. Begitu pula rekan-rekan guru peserta dari beberapa SD, SMP/MTs, SMA, dan SMK se-Kota Palangka Raya. Semangat, antusiasme, dan sportivitas serta saling mendukung tampak dalam setiap giliran peserta tampil berpidato di depan dewan juri.

Ada tiga tema yang disediakan panitia untuk dipilih oleh peserta. Tema-tema itu adalah Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pendidikan dan Pembelajaran, Peran Guru dalam Mempersiapkan Peserta Didik menghadapi Era Industri 4.0, dan Peran dan Komitmen Guru dalam Memenuhi Delapan Standar Pendidikan.

“Semua peserta tampil prima dengan gaya dan karakter suara, ekspresi, gesture, dan kepercayaan diri masing-masing. Saya memilih tema Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pendidikan dan Pembelajaran. Alhamdulilah, saya dan rekan saya satu sekolah mendapat keberuntungan menjadi pemenang. Mudah-mudahan ini pengalaman yang saling menginspirasi untuk lebih menguatkan pendidikan karakter bagi siswa di sekolah di tengah berbagai tantangan,” tutur Lukman di samping rekan-rekan guru usai upacara dan menerima hadiah pembinaan.

Kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs. M. Ramli, M.Pd., mengapresiasi partisipasi dan prestasi para pendidik binaannya. Ia mendukung sepenuhnya para guru untuk terus meningkatkan kinerja secara kompak dan kreatif serta terus mengembangkan diri dan siswanya.

“Selamat. Mari terus aktif berkreativitas, kompak, dan saling menginspirasi dengan kerja sama yang baik. Mudah-mudahan ini bisa memotivasi untuk terus melakukan yang terbaik serta menguatkan karakter kita. Mari kita jadikan peringatan Hari Guru Nasional 2019 sebagai pemicu untuk maju bersama hebat semua,” tuturnya. (L.J.)