Guru SMAN 5 Palangka Raya Pemenang II Penghargaan Acarya Sastra

Lagi, SMAN 5 Palangka Raya membukukan prestasinya. Kali ini dalam ajang Penghargaan Acarya Sastra bagi Pendidik Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang digulirkan Balai Bahasa kalimantan Tengah. Salah satu guru sekolah ini, yakni Lukman Juhara harus bersyukur setelah ditetapkan sebagai Pemenang II pada Kamis, 1 Agustus 2019.

Penghargaan Acarya Sastra merupakan ajang yang ditujukan khusus untuk para pendidik yang sering terlibat dalam kegiatan literasi dan apresiasi sastra, baik di sekolah maupun di luar sekolah, termasuk keaktifan dalam komunitas literasi. Selain itu, tentu pula aktivitas menulis atau berkarya terus dilakukan secara konsisten dalam kurun lima tahun terakhir. Tentu saja konsistensi partisipasi aktif dalam kegiatan literasi dan apresiasi sastra, baik sebagai partisipan, panitia, maupun narasumber harus dibuktikan dengan berkas karya dan laporan portofolio yang representatif.

Menurut Lukman, portofolio yang diikutkan dalam ajang ini adalah cerpen-cerpennya yang sudah dipublikasikan di media massa. Lalu, laporan kegiatan literasi dan apresiasi sastranya kebanyakan adalah partisipasi aktifnya di komunitas Payung Literasi Palangka Raya.

“Alhamdulillah, menjadi pemenang kedua. Mudah-mudahan bisa memotivasi diri maupun rekan-rekan pendidik dan peserta didik untuk belajar, berkarya, dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, termasuk kegiatan literasi. Selain itu, semoga ini bisa memotivasi kita untuk selalu mengadmistrasikan atau membukukan kegiatan atau hasil karya kita. Portofolio itu memang penting sebagai bukti prestasi kita,” kata guru Bahasa Indonesia yang juga punya hobi bermain catur ini.

Kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs. H. Arbusin, selalu memberikan apresiasi kepada para guru untuk selalu bekerja dengan baik dan memberikan prestasi terbaik. Menurutnya, semua pendidik tentu harus memotivasi siswanya untuk berprestasi, salah satunya dengan turut mengikuti ajang prestasi. Ia mendukung para guru agar terus memberikan pelayanan, penampilan, dan prestasi (3P) terbaik bagi sekolahnya.

“Kita terus memberikan dukungan kepada para guru untuk bersama-sama meraih prestasi dan memotivasi siswanya terus meraih prestasi dan menguatkan karakter. Kita punya komitmen yang kuat untuk itu. Meskipun kekurangan masih tetap ada, termasuk kekurangan dana, semangat Kurikulum 2013 maju bersama hebat semua harus terus digelorakan,” tuturnya memotivasi. (L.J.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *