SMAN 5 Palangka Raya Raih Juara 2 Festival Musikalisasi Puisi

Kembali SMAN 5 Palangka Raya menorehkan prestasinya. Kali ini dalam Festival Musikalisasi Puisi bagi Siswa SMA/SMK se-Kalimantan Tengah yang diselenggarakan Balai Bahasa tanggal 31 Juli—1 Agustus 2019. Meskipun hanya meraih juara 2, tim musikalisasi sekolah ini yang beranggotakan enam siswa di bawah bimbingan guru pendamping, yakni Gerhard Gere, S.Pd., Ika Saktila M. Odas, M.Pd. dan Yuseftu Leluno, M.Pd. ini tetap bersyukur dan harus mendapat sambutan yang apresiatif.

Upaya serius dan sungguh-sungguh dalam berlatih tentu sudah dilakukan untuk memaksimalkan performansi dalam ajang tahunan yang cukup bergengsi ini. Tim yang beranggotakan Pry Andriawan, Indah Restuati, dan empat rekannya berhasil melewati babak penyisihan dan masuk final dalam festival yang bertema “Melalui Festival Musikalisasi Puisi Kita Tingkatkan Dinamika Pemuda dalam Memantapkan Eksistensi Bahasa dan Sastra Indonesia di Era Milenial”. Di bawah dukungan puluhan rekan satu sekolah, mereka tampil memukau membawakan puisi wajib “Kupanggil Namamu” karya W.S. Rendra dan puisi pilihan “Lagu dalam Hujan” karya Abdul Hadi W.M. Aplaus dan sorak paling heboh dan menggelora pun memenuhi aula Balai Bahasa usai mereka menuntaskan penampilannya. Suguhan musikalisasi puisi modern yang dibungkus khas etnik yang memikat. Kostum dan alat musik tradisional serta modern dengan nuansa kearifan lokal lainnya berpadu dalam kreativitas tampak memikat perhatian dewan juri dan para hadirin.

Syukur tentu ditunjukkan tim SMAN 5 Palangka Raya yang berhasil meraih juara II. Beberapa sekolah lain yang meraih juara adalah sebagai berikut. Peraih juara I adalah SMA Golden Christian School Palangka Raya. Juara III diperoleh SMAN 2 Palangka Raya. Sementara itu, juara harapan I adalah SMAN 1 Katingan Hilir, juara harapan II SMAN 4 Palangka Raya, dan juara harapan III SMAN 3 Palangka Raya. Gempita gembira tampak pada wajah para pemenang saat menerima hadiah berupa trofi, sertifikat, dan sejumlah uang pembinaan.

“Ya, meski hanya meraih juara 2 kita tetap bersyukur. Kita sudah berlatih dan bekerja keras untuk meraih yang terbaik. Mudah-mudahan hasil ini membangkitkan semangat berprestasi lebih baik lagi pada waktu mendatang. Semoga ini turut semakin menguatkan komitmen sekolah untuk lebih memberikan perhatian kepada berbagai kegiatan siswa untuk lebih berprestasi,” tutur Ika Saktila M. Odas, M.Pd., salah satu guru pembimbing yang setia mendampingi siswanya sampai akhir kegiatan.

Tentu terus-menerus Kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs. H. Arbusin, mengapresiasi prestasi para siswanya. Baginya, merupakan anugerah yang harus disyukuri serta harus terus ditingkatkan prestasi sekolahnya.

“Kita selalu memotivasi kegiatan para siswa untuk mengikut kegiatan yang positif dan menghasilkan prestasi. Kita yakin, jika para guru dan siswa mau bekerja dan belajar dengan sungguh-sungguh, prestasi terbaik akan dapat kita raih,” katanya penuh optimisme. Sukses! (L.J.)

Guru SMAN 5 Palangka Raya Pemenang II Penghargaan Acarya Sastra

Lagi, SMAN 5 Palangka Raya membukukan prestasinya. Kali ini dalam ajang Penghargaan Acarya Sastra bagi Pendidik Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang digulirkan Balai Bahasa kalimantan Tengah. Salah satu guru sekolah ini, yakni Lukman Juhara harus bersyukur setelah ditetapkan sebagai Pemenang II pada Kamis, 1 Agustus 2019.

Penghargaan Acarya Sastra merupakan ajang yang ditujukan khusus untuk para pendidik yang sering terlibat dalam kegiatan literasi dan apresiasi sastra, baik di sekolah maupun di luar sekolah, termasuk keaktifan dalam komunitas literasi. Selain itu, tentu pula aktivitas menulis atau berkarya terus dilakukan secara konsisten dalam kurun lima tahun terakhir. Tentu saja konsistensi partisipasi aktif dalam kegiatan literasi dan apresiasi sastra, baik sebagai partisipan, panitia, maupun narasumber harus dibuktikan dengan berkas karya dan laporan portofolio yang representatif.

Menurut Lukman, portofolio yang diikutkan dalam ajang ini adalah cerpen-cerpennya yang sudah dipublikasikan di media massa. Lalu, laporan kegiatan literasi dan apresiasi sastranya kebanyakan adalah partisipasi aktifnya di komunitas Payung Literasi Palangka Raya.

“Alhamdulillah, menjadi pemenang kedua. Mudah-mudahan bisa memotivasi diri maupun rekan-rekan pendidik dan peserta didik untuk belajar, berkarya, dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, termasuk kegiatan literasi. Selain itu, semoga ini bisa memotivasi kita untuk selalu mengadmistrasikan atau membukukan kegiatan atau hasil karya kita. Portofolio itu memang penting sebagai bukti prestasi kita,” kata guru Bahasa Indonesia yang juga punya hobi bermain catur ini.

Kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs. H. Arbusin, selalu memberikan apresiasi kepada para guru untuk selalu bekerja dengan baik dan memberikan prestasi terbaik. Menurutnya, semua pendidik tentu harus memotivasi siswanya untuk berprestasi, salah satunya dengan turut mengikuti ajang prestasi. Ia mendukung para guru agar terus memberikan pelayanan, penampilan, dan prestasi (3P) terbaik bagi sekolahnya.

“Kita terus memberikan dukungan kepada para guru untuk bersama-sama meraih prestasi dan memotivasi siswanya terus meraih prestasi dan menguatkan karakter. Kita punya komitmen yang kuat untuk itu. Meskipun kekurangan masih tetap ada, termasuk kekurangan dana, semangat Kurikulum 2013 maju bersama hebat semua harus terus digelorakan,” tuturnya memotivasi. (L.J.)

Juara II PCTA, Prestasi SMAN 5 Palangka Raya Bertambah

SMAN 5 Palangka Raya terus menambah catatan prestasinya dari waktu ke waktu. Berbagai kompetisi dan lomba telah diikutinya. Salah satunya yang baru berlangsung pada Selasa, 30 Juli 2019, yakni ajang Parade Cinta Tanah Air (PCTA) yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan RI Provinsi Kalimantan Tengah, di Palangka Raya. Ajang yang bertema “Mewujudkan Semangat Generasi Muda yang Cinta Tanah Air dan Bela Negara sebagai Modal Dasar Penggerak Industri Kreatif” pun turut menambah catatan prestasi.

Juara II PCTA Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah pun diraih tim PCTA sekolah ini yang beranggotakan Andreas Lorenzius dan Maria Paruna Shintani.

“Dalam PCTA ini selain ditanamkan rasa cinta tanah air dan bela negara, kami diajak untuk berpikir tentang pemanfaatan teknologi dan mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kami juga mempelajari Sumber Daya Alam (SDA) di Kalteng. Kami juga belajar kearifan lokal dengan membuat serum wajah lidah buaya dan ekstrak daun kalakai. Kami senang dapat mengikuti lomba ini dan dapat memberikan prestasi untuk sekolah. Terima kasih kami ucapkan untuk guru pembimbing yang telah mengarahkan kami untuk belajar dan berprestasi,” tutur Andreas, siswa kelas XII IPS berkaca mata ini.

Guru Pembimbing, Sumiati, S.Pd., juga menyatakan syukur dan gembiranya atas prestasi yang diperoleh siswanya. Menurutnya, upaya sungguh-sungguh untuk sukses dalam PCTA telah dilakukan bersama-sama dengan penuh semangat. Babak penyisihan dan babak final yang diikuti oleh para peserta dari kabupaten/kota telah berhasil dilaluinya dan juara II pun telah diraihnya.

“Kita sudah berusaha untuk meraih yang terbaik meskipun hasilnya kita belum meraih posisi yang pertama. Tentu kita hargai prestasi siswa kita. Hal utama dalam PCTA ini adalah penguatan karakter, salah satunya karakter nasionalisme. Berprestasi memang perlu, tetapi penguatan karakter itu lebih utama,” tutur guru pengampu mata pelajaran PPKn ini.

Sementara itu, bagi Kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs. H. Arbusin, kesempatan berprestasi dan menguatkan karakter terbuka seluas-luasnya untuk para peserta didik. Sekolah selalu memberikan dukungan motivasi tanpa henti.

“Mari kita terus dukung para siswa untuk terus mengukir prestasi, baik di tingkat kota, provinsi, hingga nasional. Jangan pernah menyerah. Dana boleh terbatas, tetapi semangat belajar dan kerja keras harus teratas. Mari kita maju bersama karena dengan maju bersama kita akan hebat semua,” katanya penuh motivasi. (L.J.)