MGMP di SMAN 5 Palangka Raya: Guru Harus Senantiasa Belajar

Dua hari berturut-turut, Jumat dan Sabtu, 26—27 Juli 2019 Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMAN 5 Palangka Raya berlangsung. Kegiatan untuk meningkatkan profesionalitas guru dalam pembelajaran ini diikuti oleh para guru semua mata pelajaran. Mereka tampak menunjukkan antusiasme meskipun ini bukan merupakan kegiatan yang asing lagi.

Di hadapan para guru, Kepala Dinas Pendikan Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Slamet Winaryo, M.Si., mengajak agar para pendidik memantapkan pelaksanaan Kurikulum 2013. Kemampuan mengembangkan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) menjadi tema-tema yang menarik dan kreatif dalam pembelajaran perlu terus dilakukan. Upaya untuk menggiring peserta didik untuk meraih empat keterampilan abad 21, yakni berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kerja sama mesti terus dilakukan dengan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan literasi.

“Para guru tak boleh berhenti menanamkan dan menguatkan karakter peserta didik. Bimbing mereka untuk bisa memecahkan masalah pembelajaran dan masalah dalam kehidupan dengan cerdas dan bijak. Kembangkan terus alat evaluasi dengan selalu mengembangkan soal yang mengajak siswa berpikir lebih tinggi (Higher Order Thingking Skills/HOTS).”

Terkait dengan kegiatan pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, Slamet mengimbau agar bisa dilaksanakan dengan porsi yang ideal sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. Menurutnya, guru harus bisa menentukan porsi yang sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya. Ada mata pelajaran yang mungkin porsi intrakurikulernya lebih banyak daripada ekstrakurikulernya. Sebaliknya, ada mata pelajaran yang porsi kegiatan intrakulernya lebih sedikit daripada ekstrakurikulernya.

Menyoroti tentang kondisi sekolah ini, ia berharap agar nama baik sekolah ini bisa tetap dijaga dan dipertahankan. Diakuinya bahwa semakin banyaknya siswa yang ditampung di sekolah dengan dana dan sarana prasarana yang tersedia minim bisa menyebabkan kualitas pembelajaran terkikis.

“Dulu saat sekolah ini hanya sedikit siswa, kualitas pendidikan dengan mudah terjaga. Siswa sedikit dengan dana dan sarpras yang memadai akan memudahkan pengelolaan pembelajaran. Nah, kini karena jumlah siswa begitu besar, mestinya kepala sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan harus bisa harus berupaya agar kegiatan pendidikan tetap bisa berlangsung secara berkualitas,” tuturnya.

Berkaitan dengan itu, untuk meningkatkan kualitas pendidik, ia menyarankan agar guru selalu disupervisi secara berkala. Tanpa pernah dilakukan supervisi akan menyebabkan kurang terkontrolnya kualitas pembelajaran.

“Kelemahan guru di Kalteng adalah kurangnya dilakukan supervis pembelajaran. Memang kalau kita berharap kepala sekolah dan pengawas yang melakukan supervisi, tak akan tercapai kegiatan supervisi untuk jumlah guru yang begitu besar dan penyebaran yang luas. Oleh karena itu, kelompok mata pelajaran yang tergabung dalam MGMP ini bisa bergantian saling menyupervisi. Ini bisa untuk menginstrospeksi bahwa para guru tentu masih memiliki kelemahan. Dengan begitu, guru harus tetap senantiasa belajar meskipun pengalaman masa kerja sudah lama atau menjelang purnatugas. Guru tidak boleh berhenti belajar karena guru adalah manusia pembelajar yang harus menjadi teladan bagi para peserta didik,” tegasnya mantap sesaat sebelum membuka kegiatan secara resmi

Sementara itu, Kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs. H. Arbusin mencoba menggugah semangat para guru dengan menyampaikan kilas balik kiprahnya selama bertugas di sekolah yang dulu berasrama ini.

“Saya mulai bertugas menjadi kepala sekolah di sini sudah empat tahun, yakni sejak 15 Juni 2015. Banyak peristiwa tak terduga terjadi yang saya ingat dan saya catat. Beragam liku-liku masalah silih berganti datang dan memerlukan penyelesaian dengan segenap perasaan, pikiran, tenaga, dan dana. Tentu itu semua sudah kita ketahui bersama. Kita sudah bergerak dan berbuat dengan segala kebijakan untuk menuntaskan masalah yang terjadi. Ada pahit getir, suka duka, dan ragam gejolak yang berkaitan dengan naik turunnya prestasi dan kinerja keluarga besar sekolah ini” kataya diikuti beberapa tuturan pengalamannya.

“Semua pengalaman itu hendaknya dapat kita sikapi secara bijak sebagai pembelajaran. Mari kita senantiasa bangkit bersama-sama untuk tetap bekerja keras, kreatif, dan penuh dedikasi. Kita tetap harus mampu memberikan pelayanan, penampilan, dan prestasi terbaik. Kita yakin dengan kemauan yang kuat dan ikhlas kita tetap dapat bekerja sama. Sama-sama bekerja dan maju bersama hebat semua!”

Selanjutnya, Wakasek Urusan Kurikulum, Dra. Yumiasi Tara, M.Si. memandu kegiatan perevisian perangkat administrasi pembelajaran. Perangkat ini harus digunakan oleh guru dan menyesuai dengan perubahan yang terjadi. Beberapa perangkat guru yang perlu dicermati dan dibahas kembali di antaranya, kalender pendidikan, program tahunan, , program semester, silabus, dan RPP.

“Perangkat pembelajaran harus menyesuaikan dengan perubahan. Oleh karena itu, revisi untuk menyesuaikan dengan alokasi waktu, materi, siswa, indikator pencapaian kompetensi, serta muatan PPK, empat keterampilan abad 21, dan pengembangan literasi harus dilakukan,” jelasnya.

Kegiatan penyelesaian perangkat pembelajaran pun berlangsung. Tentu kegiatan ini memerlukan waktu yang cukup. Ketelitian dan keseriusan tampak ditunjukkan para guru. Diskusi antarguru pun sesekali berlangsung meskipun mereka tetap fokus di depan laptopnya masing masing-masing. Jelaslah, bahwa mereka senantiasa sungguh-sungguh mempersiapkan perangkat pembelajaran karena guru harus senantiasa belajar. Nah! (L.J.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *