Masuki Tahun Pelajaran 2019/2020, SMAN 5 Palangka Raya Gelar IHT

Menyongsong tahun pelajaran 2019/2020 SMAN 5 Palangka Raya menggelar In House Training (IHT). “Mengembangkan Pembelajaran Berbasis TIK dan Mewujudkan Program Adiwiyata” tampaknya menjadi tema kegiatan ini. Ini tentu sesuai dengan lembaga pendidikan ini sebagai salah satu sekolah yang akan menerapkan Pembelajaran Berbasis TIK dan melaksanakan Program Adiwiyata. Para pendidik dan tenaga kependidikan berpartisipasi aktif mengikuti kegiatan ini di aula sekolah pada Kamis, 18 Juli 2019.

Kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs. H. Arbusin mengajak para guru agar selalu merencanakan program pembelajaran secara sistematis sesuai panduan implementasi K-13 agar keberhasilan pembelajaran dapat terwujud.

“Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ini sangat penting agar kita dapat menyelenggarakan pembelajaran yang sistematis, terencana, dan terstruktur. Rencana pembelajaran harus dapat dilaksana dengan baik agar siswa dapat belajar secara maksimal untuk meraih keterampilan 4C abad 21, yakni mampu berpikir kritis (critical thinking), kreatif (creative), komunikatif (communicative), dan kolaboratif (colaborative),” tuturnya memberikan pengarahan.

Menyinggung soal disiplin, Arbusin menekankan agar guru selalu tertib dalam administrasi pembelajaran. Ini sangat penting sebagai bukti kesiapan melaksanakan pembelajaran yang terencana. Setelah itu, administrasi pembelajaran juga harus diimbangi dengan disiplin dalam melaksanakan pembelajaran bersama siswa. Dengan demikian, kondisi kelas vakum tanpa kegiatan pembelajaran bisa diminimalkan.

Sejalan dengan itu, Pengawas Pendidikan SMA, Dr. Rusnanie, M.Pd. menekankan agar guru dengan penuh kebersamaan terus mempertahankan dan meningkatkan disiplin kerja.

“Mari kita laksanakan tugas mengajar sesuai aturan dan semangat juang yang tinggi. Syukuri dan manfaatkan fasilitas dan potensi yang tersedia. Kita perlu membandingkan sebuah sekolah di daerah terpencil yang minim sarana dan jumlah guru. Namun, warga sekolah itu memiliki semangat belajar dan bekerja yang tinggi sehingga mencapai prestasi yang membanggakan. Nah, sekolah ini yang memiliki prasarana dan tenaga pendidik yang memadai tentu harus memiliki semangat yang harus lebih baik,” katanya saat membuka kegiatan.

Sesi kegiatan IHT pun diisi dengan paparan dan diskusi. Para narasumber dari sekolah ini memaparkan dan memandu peserta untuk curah pendapat. I Wayan Muliana, S. Pd. menguraikan materi Buku Digital Guru. Dalam paparannya ia menampilkan perlunya guru memanfaatkan aplikasi Buku Digital untuk lebih mudah mengelola administrasi pembelajaran secara praktis, efisien, ringan, dan aman. Dengan Buku Digital Guru banyak administrasi guru yang dapat disimpan dan dikelola di dalamnya, seperti Kalender Pendidikan, Silabus, RPP, Prota, Promes, Jadwal, Daftar Kehadiran Siswa, Kartu Soal, Kisi-kisi, dan Analisis Minggu Efektif.

Pembelajaran Berbasis TIK disampaikan oleh Sri Rahayu, S.Si. Menurutnya aplikasi berbasis TIK sangat penting untuk memudahkan akses dalam menyelenggarakan pembelajaran. Dengan aplikasi ini keterampilan guru dalam menjalankan tugasnya sebagai fasilitator, pelatih, mentor, kolaborator dan mitra belajar akan bertambah. sehingga diharapkan kualitas pelaksaaan tugasnya pun meningkat. Memang aplikasi ini memang memerlukan perangkat TIK dan paket data internet. Untuk sekolah ini yang sudah memiliki fasilitas tentunya akan dapat dilaksanakan dengan baik.

Paparan Perangkat Pembelajaran dipaparkan oleh Wakasek Kurikulum, Dra. Yumiasi Tara, M.Si. Ia mengajak para pendidik untuk menelaah dan merevisi serta menyempurnakan RPP agar segera siap digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Ia juga mengingatkan agar nilai karakter, literasi, dan program remedial agar masuk di dalamnya. Bahkan, RPP berbasis TIK harus mulai dirancang untuk melengkapi kesempurnaannya.

Narasumber dari luar sekolah khusus dihadirkan untuk memaparkan Progam Adiwiyata. Narasumber materi ini adalah Pelaksana Tugas Kadis Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, Ir. Antonia M.T Kupa. Ia mengajak keluarga besar SMAN 5 Palangka Raya untuk menguatkan karakter Berbudaya Lingkungan. Ia memaparkan bahwa sekolah ini sangat berpotensi untuk menjadi sekolah Adiwiyata. Lingkungannya yang cukup luas memudahkan untuk turut mewujudkan pembangunan berbudaya lingkungan.

Komitmen yang kuat yang didasari visi misi sekolah dan tim yang solid serta partisipasi aktif yang diwujudkan akan membuat Program Adiwiyata dapat terlaksana dengan baik. Untuk mewujudkannya Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan, dan instansi terkait lainnya akan memberikan kontribusi, seperti beragam bibit tanaman, gerobak, dan tong sampah. Kesuksesan Program Adiwiyata pasti akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi penguatan karakter, lingkungan yang segar, sehat, lestari, dan meningkatkan kualitas pembelajaran dan serta kenyamanan bagi warga sekolah dan masyarakat sekitarnya. (L.J)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *