MPLS DIMULAI, KADISDIK KALTENG BERSILATURAHMI KE SMAN 5 PALANGKA RAYA

Tahun pelajaran 2019/2020 mulai bergulir hari ini, Senin, 15 Juli 2019. SMAN 5 Palangka Raya yang terletak di Jalan Tingang Km 3,5 juga mulai menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). MPLS dibuka melalui upacara bendera yang diikuti seluruh siswa dan para guru. Ada 215 siswa baru yang akan mengikuti MPLS yang akan berlangsung selama tiga hari, yakni tanggal 15, 16, dan 17 Juli 2019.

Kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs. H. Arbusin yang bertindak sebagai pembina upacara membacakan amanat Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran.

“MPLS merupakan kegiatan sangat penting untuk semua siswa baru agar mengenal lingkungan sekolah yang baru dengan baik sehingga merasa nyaman dan aman karena diterima dengan baik, wajar, dan ramah oleh seluruh warga sekolah. Kegiatan ini hendaknya digunakan dengan baik dan menyenangkan untuk mengenal warga sekolah, sarana prasarana, kegiatan , dan lingkungan sekolah. Oleh karena itu, segala bentuk perpeloncoan dengan berbagai modus tidak boleh dilakukan oleh siapa pun,” katanya.

“Para siswa harus fokus, semangat dan tekun belajar. Hormati guru dan orang tua. Jauhi dan hindari penyalahgunaan Narkoba, merokok, dan pergaulan bebas yang akan menjerumuskan dan menghancurkan. Jaga diri kalian dari pengaruh negatif kemajuan teknologi informasi. Tingkatkan terus keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME dengan taat beribadah.”

Kejutan pun terjadi beberapa saat usai upacara. Tatkala kepala sekolah masih memberikan pengarahan kepada dewan guru di ruang guru, Kadisdik Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. H. Slamet Winaryo, M.Si., melakukan silaturahmi mendadak atau inspeksi mendadak (sidak) ke arena kegiatan MPLS di aula. Kepala sekolah yang mendapat pemberitahuan dari Satpam pun bergegas menyusulnya.

“Maaf, ya, Kepala Sekolah. Saya minta waktu sebentar memantau dan sedikit menyampaikan imbauan dan peringatan,” tuturnya ramah dan tegas.

“Saya ingatkan agar MPLS ini menjadi sarana untuk memberikan kesempatan kepada siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah dalam suasana yang menyenangkan dan penuh kebersamaan serta berkarakter. Jadi, silakan laksanakan dengan gembira dan mengikuti aturan yang ada. Jangan sampai ada tindakan perundungan (bullying) kepada siswa baru dalam bentuk apapun. OSIS dan kakak-kakak kelas harus menjadi sahabat yang baik bagi adik-adik kelasnya agar merasa nyaman di sekolah yang baru. Penanaman disiplin harus dilakukan secara manusiawi, tanpa kekasaran dan kekerasan. Siapa yang melanggar harus diingatkan. Jika perlu, diberikan sanksi yang sesuai. Silakan kepala sekolah, panitia, dan para guru, terus membimbing dan memantau pelaksanaan MPLS sebaik-baiknya,” pesannya di depan para siswa, panitia, dan pengurus OSIS.

Menyinggung pemakaian atribut, Slamet juga mengingatkan agar siswa baru tidak disuruh mengenakan atribut yang berlebihan atau membawa sesuatu yang membebani. Sederhana saja, mudah diperoleh dan dibuat sendiri serta wajar. Harus dihindari sikap, ucapan, dan tindakan yang mendiskriminasi siswa baru. Mereka harus dilindungi dan diayomi sehingga merasa nyaman di sekolah yang baru.

Berlanjut dari hal itu, selama tiga hari MPLS para siswa baru akan menerima materi dan mengikuti kegiatan, seperti Pengenalan Sekolah, Visi dan Misi Sekolah, Wawasan Wiyata Mandala, Bijak Bermedsos, Mewaspadai Penyalahgunaan Narkoba dan Miras dan Obat-obatan Terlarang, Pentingnya Sadar Hukum, Pengenalan Ekskul Wajib dan Peminatan, Kurikulum 2013, Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Empat Keterampilan Abad 21 dan Literasi, Pengenalan OSIS, HIV/ AIDS dan Perilaku Hidup Sehat, dan Motivasi Belajar Efektif. Narasumber MPLS selain dari sekolah juga dari luar sekolah, seperti dari Kanwil Pertahanan Kalteng dan Polda Kalteng.

Keseriusan dalam kegembiraan, dan keteraturan dalam kemeriahan tampak dalam semangat para siswa baru mengikuti rangkaian MPSLS yang dipusatkan di aula. Mereka terlihat sungguh-sungguh, tetapi tetap santai dan gegap gempita mengikuti kegiatan yang diselingi permainan, dialog, yel-yel, nyanyian dan tentu juga sorak riuh berbaur tepuk tangan yang menggetarkan aula. (L.J.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *