MGMP di SMAN 5 Palangka Raya: Guru Harus Senantiasa Belajar

Dua hari berturut-turut, Jumat dan Sabtu, 26—27 Juli 2019 Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMAN 5 Palangka Raya berlangsung. Kegiatan untuk meningkatkan profesionalitas guru dalam pembelajaran ini diikuti oleh para guru semua mata pelajaran. Mereka tampak menunjukkan antusiasme meskipun ini bukan merupakan kegiatan yang asing lagi.

Di hadapan para guru, Kepala Dinas Pendikan Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Slamet Winaryo, M.Si., mengajak agar para pendidik memantapkan pelaksanaan Kurikulum 2013. Kemampuan mengembangkan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) menjadi tema-tema yang menarik dan kreatif dalam pembelajaran perlu terus dilakukan. Upaya untuk menggiring peserta didik untuk meraih empat keterampilan abad 21, yakni berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kerja sama mesti terus dilakukan dengan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan literasi.

“Para guru tak boleh berhenti menanamkan dan menguatkan karakter peserta didik. Bimbing mereka untuk bisa memecahkan masalah pembelajaran dan masalah dalam kehidupan dengan cerdas dan bijak. Kembangkan terus alat evaluasi dengan selalu mengembangkan soal yang mengajak siswa berpikir lebih tinggi (Higher Order Thingking Skills/HOTS).”

Terkait dengan kegiatan pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, Slamet mengimbau agar bisa dilaksanakan dengan porsi yang ideal sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. Menurutnya, guru harus bisa menentukan porsi yang sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya. Ada mata pelajaran yang mungkin porsi intrakurikulernya lebih banyak daripada ekstrakurikulernya. Sebaliknya, ada mata pelajaran yang porsi kegiatan intrakulernya lebih sedikit daripada ekstrakurikulernya.

Menyoroti tentang kondisi sekolah ini, ia berharap agar nama baik sekolah ini bisa tetap dijaga dan dipertahankan. Diakuinya bahwa semakin banyaknya siswa yang ditampung di sekolah dengan dana dan sarana prasarana yang tersedia minim bisa menyebabkan kualitas pembelajaran terkikis.

“Dulu saat sekolah ini hanya sedikit siswa, kualitas pendidikan dengan mudah terjaga. Siswa sedikit dengan dana dan sarpras yang memadai akan memudahkan pengelolaan pembelajaran. Nah, kini karena jumlah siswa begitu besar, mestinya kepala sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan harus bisa harus berupaya agar kegiatan pendidikan tetap bisa berlangsung secara berkualitas,” tuturnya.

Berkaitan dengan itu, untuk meningkatkan kualitas pendidik, ia menyarankan agar guru selalu disupervisi secara berkala. Tanpa pernah dilakukan supervisi akan menyebabkan kurang terkontrolnya kualitas pembelajaran.

“Kelemahan guru di Kalteng adalah kurangnya dilakukan supervis pembelajaran. Memang kalau kita berharap kepala sekolah dan pengawas yang melakukan supervisi, tak akan tercapai kegiatan supervisi untuk jumlah guru yang begitu besar dan penyebaran yang luas. Oleh karena itu, kelompok mata pelajaran yang tergabung dalam MGMP ini bisa bergantian saling menyupervisi. Ini bisa untuk menginstrospeksi bahwa para guru tentu masih memiliki kelemahan. Dengan begitu, guru harus tetap senantiasa belajar meskipun pengalaman masa kerja sudah lama atau menjelang purnatugas. Guru tidak boleh berhenti belajar karena guru adalah manusia pembelajar yang harus menjadi teladan bagi para peserta didik,” tegasnya mantap sesaat sebelum membuka kegiatan secara resmi

Sementara itu, Kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs. H. Arbusin mencoba menggugah semangat para guru dengan menyampaikan kilas balik kiprahnya selama bertugas di sekolah yang dulu berasrama ini.

“Saya mulai bertugas menjadi kepala sekolah di sini sudah empat tahun, yakni sejak 15 Juni 2015. Banyak peristiwa tak terduga terjadi yang saya ingat dan saya catat. Beragam liku-liku masalah silih berganti datang dan memerlukan penyelesaian dengan segenap perasaan, pikiran, tenaga, dan dana. Tentu itu semua sudah kita ketahui bersama. Kita sudah bergerak dan berbuat dengan segala kebijakan untuk menuntaskan masalah yang terjadi. Ada pahit getir, suka duka, dan ragam gejolak yang berkaitan dengan naik turunnya prestasi dan kinerja keluarga besar sekolah ini” kataya diikuti beberapa tuturan pengalamannya.

“Semua pengalaman itu hendaknya dapat kita sikapi secara bijak sebagai pembelajaran. Mari kita senantiasa bangkit bersama-sama untuk tetap bekerja keras, kreatif, dan penuh dedikasi. Kita tetap harus mampu memberikan pelayanan, penampilan, dan prestasi terbaik. Kita yakin dengan kemauan yang kuat dan ikhlas kita tetap dapat bekerja sama. Sama-sama bekerja dan maju bersama hebat semua!”

Selanjutnya, Wakasek Urusan Kurikulum, Dra. Yumiasi Tara, M.Si. memandu kegiatan perevisian perangkat administrasi pembelajaran. Perangkat ini harus digunakan oleh guru dan menyesuai dengan perubahan yang terjadi. Beberapa perangkat guru yang perlu dicermati dan dibahas kembali di antaranya, kalender pendidikan, program tahunan, , program semester, silabus, dan RPP.

“Perangkat pembelajaran harus menyesuaikan dengan perubahan. Oleh karena itu, revisi untuk menyesuaikan dengan alokasi waktu, materi, siswa, indikator pencapaian kompetensi, serta muatan PPK, empat keterampilan abad 21, dan pengembangan literasi harus dilakukan,” jelasnya.

Kegiatan penyelesaian perangkat pembelajaran pun berlangsung. Tentu kegiatan ini memerlukan waktu yang cukup. Ketelitian dan keseriusan tampak ditunjukkan para guru. Diskusi antarguru pun sesekali berlangsung meskipun mereka tetap fokus di depan laptopnya masing masing-masing. Jelaslah, bahwa mereka senantiasa sungguh-sungguh mempersiapkan perangkat pembelajaran karena guru harus senantiasa belajar. Nah! (L.J.)

MKKS SMA/SMK Kota Palangka Raya Seleksi Siswa Mengenal Nusantara (SMN)

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/MA Kota Palangka Raya menggelar Seleksi Siswa Mengenal Nusantara (SNM). Kegiatan untuk menyeleksi siswa SMA calon peserta SMN ini berlangsung di aula SMAN 5 Palangka Raya pada siang Kamis, 25 Juli 2019. Meski digelar mendadak, beberapa siswa dari beberapa SMA di Kota Palangka Raya masih sempat mengikuti kegiatan ini. Ada empat sekolah yang mengikuti kegiatan ini, yakni SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, SMAN 5, dan SMAN 6 Palangka Raya.

Ketua MKKS SMA/MA Kota Palangka Raya, Drs. H. Arbusin didampingi sekretaris, Adriansyah, M.Pd., dan juri, Basori, M.Hum dari Balai Bahasa Kalimantan Tengah mengemukakan bahwa seleksi SMN di Kota Palangka Raya memang mendadak dilaksanakan karena informasi dan instruksi dari Disdikprov Kalteng juga mendadak diterima. Pihaknya diminta mengundang dan menyeleksi calon siswa peserta SMN dari Kota Palangka Raya.

“Kota Palangka Raya mendapat kuota 3 siswa dari kuota 20 siswa se-Kalimantan Tengah yang akan mengikuti kegiatan SMN pada awal Agustus 2019. SMN ini merupakan program Kemdikbud yang bekerja sama dengan salah satu BUMN, yakni PT Angkasa Pura II. Tahun ini pelaksanaannya akan dipusatkan di Sumatera Selatan.

Menyinggung mengenai syarat mengikuti program SMN ini di antaranya adalah siswa putra daerah yang lahir di lingkup Kalteng, duduk di kelas XI, berprestasi di bidang akademik/nonakademik, aktif di organisasi sekolah, berasal dari keluarga tidak mampu, menguasai wawasan budaya daerah, dapat menampilkan kesenian daerah, dan menulis esai singkat kurang lebih 500 kata tentang motivasi mengikuti SMN.

Seleksi pun berlangsung. Tujuh peserta bergiliran tampil. Di depan juri mereka membacakan/mempresentasikan esainya. Mereka menyatakan minatnya mengikuti SMN agar dapat mengenal lebih banyak dan lebih dekat belahan nusantara yang akan dikunjungi nanti. Keragaman budaya, keragaman alam, bahasa daerah, dan banyaknya kekayaan nusantara menjadi daya tarik para siswa itu. Mereka juga menyatakan minatnya untuk memperkenalkan budaya Kalteng kepada para peserta dari seluruh Indonesia nanti.
Tampilan unjuk kebolehan juga disajikan para siswa. Meski waktunya singkat tanpa kostum khusus, tanpa properti yang memadai, dan tanpa iringan musik, mereka tetap dapat menyuguhkan kemampuan berkesenian daerah, yakni menampilkan sekilas gerakan tari daerah, melantunkan sepenggal lagu, daerah, dan memeragakan komunikasi lisan dengan bahasa daerah.

Beragam ekspresi mereka pun mendapat apresiasi dari para siswa yang hadir untuk menyaksikan. Aplaus meriah membahana berulang terdengar nyaring di aula.

Semua sudah tampil bagus walau dengan tempo singkat. Nanti siapa pun yang akan terpilih untuk mewakili Kalteng harus siap untuk menjalin komunikasi dan saling bertukar informasi tentang daerah, budaya, bahasa, dan keunggulan daerahnya. Tiga peserta yang terpilih akan diumumkan dan disampaikan langsung melalui kepala sekolah yang tergabung dalam MKKS SMA/SMK/MA. (L.J.)

Perkemahan Blok di SMAN 5 Palangka Raya: Penguatan Karakter melalui Pendidikan Kepramukaan

Setelah beberapa hari mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), siswa baru SMAN 5 Palangka Raya mengikuti perkemahan blok. Kegiatan ini juga berlangsung di lingkungan sekolah. Jumat, 19 Juli 2019, Kegiatan Perkemahan Blok untuk 215 siswa kelas X Tahun Pelajaran 2019/2020 pun digelar.

Pembukaan berlangsung di halaman sekolah. Kepala SMAN 5 Palangka Raya sekaligus Ketua Mabigus 227—228, Drs. H. Arbusin, bertindak sebagai Pembina upacara.

Amanat pun disampaikannya di hadapan para siswa berseragam lengkap. Tak tertinggal, para guru pun turut menyimaknya.

“Perkemahan Blok ini merupakan ekstrakurikuler wajib pendidikan kepramukaan yang harus diikuti oleh seluruh siswa. Ini juga sesuai dengan amanat implementasi Kurikulum 2013. Kegaitan ini akan berlangsung dua hari, yakni Jumat dan Sabtu. Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa sebagai anggota Pramuka dapat lebih menghayati dan mengamalkan dan melaksanakan Dasa Darma dan Tri Satya sehingga memiliki karakter yang kuat.

Arbusin mengajak para siswa dapat bersikap dan berbuat yang terbaik dan memberikan yang terbaik untuk sekolah. Siswa harus menaati tata tertib, melaksanakan kewajiban, belajar dengan sungguh-sungguh, dan berusaha untuk meraih prestasi terbaik. Sekolah ini membuka kesempatan kepada para siswa untuk belajar dan mengembangkan bakat, minat, dan kemampuan. Jadi, peluang memberikan yang terbaik untuk sekolah harus benar-benar dimanfaatkan.

Hal lain yang mesti diwaspadai—Arbusin mengingatkan—adalah pengaruh negatif yang berasal dari lingkungan dan media sosial. Para siswa harus meninggalkan kebiasaan berkumpul atau nongkrong yang negatif dan tidak produktif. Nongkrong di pinggir jalan atau di mana saja yang memberikan potensi pengaruh buruk harus dijauhi. Saat ini peredaran narkoba dan minuman keras mengancam generasi muda, termasuk para siswa. Oleh karena itu, para siswa harus membentengi diri dengan karakter yang kuat.

Berlanjut usai pembukaan, beragam kegiatan perkemahan blok pun bergulir. Tercatat dalam jadwal para pembina sekaligus narasumber silih berganti memaparkan materi dan memandu kegiatan, seperti Implementasi Kepramukaan dalam Kurikulum 2013 (Dra. Yumiasi Tara, M.Si.), Muatan Pendidikan Kepramukaan (I Wayan Muliana, S.Pd.), Sejarah dan Teknik Kepramukaan (Yuseftu Leluno, M.Pd.) Aneka kegiatan yang menarik keterlibatan peserta pun berlangsung pula, seperti Lomba Memasak, Api Unggun, dan Pentas Seni. Tentu kegiatan permainan aktivitas kepramukaan, Lomba Cepat Tepat, Latihan Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) juga akan mengundang minat para peserta untuk berpartisipasi aktif. Salam Pramuka! (L.J.)

Masuki Tahun Pelajaran 2019/2020, SMAN 5 Palangka Raya Gelar IHT

Menyongsong tahun pelajaran 2019/2020 SMAN 5 Palangka Raya menggelar In House Training (IHT). “Mengembangkan Pembelajaran Berbasis TIK dan Mewujudkan Program Adiwiyata” tampaknya menjadi tema kegiatan ini. Ini tentu sesuai dengan lembaga pendidikan ini sebagai salah satu sekolah yang akan menerapkan Pembelajaran Berbasis TIK dan melaksanakan Program Adiwiyata. Para pendidik dan tenaga kependidikan berpartisipasi aktif mengikuti kegiatan ini di aula sekolah pada Kamis, 18 Juli 2019.

Kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs. H. Arbusin mengajak para guru agar selalu merencanakan program pembelajaran secara sistematis sesuai panduan implementasi K-13 agar keberhasilan pembelajaran dapat terwujud.

“Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ini sangat penting agar kita dapat menyelenggarakan pembelajaran yang sistematis, terencana, dan terstruktur. Rencana pembelajaran harus dapat dilaksana dengan baik agar siswa dapat belajar secara maksimal untuk meraih keterampilan 4C abad 21, yakni mampu berpikir kritis (critical thinking), kreatif (creative), komunikatif (communicative), dan kolaboratif (colaborative),” tuturnya memberikan pengarahan.

Menyinggung soal disiplin, Arbusin menekankan agar guru selalu tertib dalam administrasi pembelajaran. Ini sangat penting sebagai bukti kesiapan melaksanakan pembelajaran yang terencana. Setelah itu, administrasi pembelajaran juga harus diimbangi dengan disiplin dalam melaksanakan pembelajaran bersama siswa. Dengan demikian, kondisi kelas vakum tanpa kegiatan pembelajaran bisa diminimalkan.

Sejalan dengan itu, Pengawas Pendidikan SMA, Dr. Rusnanie, M.Pd. menekankan agar guru dengan penuh kebersamaan terus mempertahankan dan meningkatkan disiplin kerja.

“Mari kita laksanakan tugas mengajar sesuai aturan dan semangat juang yang tinggi. Syukuri dan manfaatkan fasilitas dan potensi yang tersedia. Kita perlu membandingkan sebuah sekolah di daerah terpencil yang minim sarana dan jumlah guru. Namun, warga sekolah itu memiliki semangat belajar dan bekerja yang tinggi sehingga mencapai prestasi yang membanggakan. Nah, sekolah ini yang memiliki prasarana dan tenaga pendidik yang memadai tentu harus memiliki semangat yang harus lebih baik,” katanya saat membuka kegiatan.

Sesi kegiatan IHT pun diisi dengan paparan dan diskusi. Para narasumber dari sekolah ini memaparkan dan memandu peserta untuk curah pendapat. I Wayan Muliana, S. Pd. menguraikan materi Buku Digital Guru. Dalam paparannya ia menampilkan perlunya guru memanfaatkan aplikasi Buku Digital untuk lebih mudah mengelola administrasi pembelajaran secara praktis, efisien, ringan, dan aman. Dengan Buku Digital Guru banyak administrasi guru yang dapat disimpan dan dikelola di dalamnya, seperti Kalender Pendidikan, Silabus, RPP, Prota, Promes, Jadwal, Daftar Kehadiran Siswa, Kartu Soal, Kisi-kisi, dan Analisis Minggu Efektif.

Pembelajaran Berbasis TIK disampaikan oleh Sri Rahayu, S.Si. Menurutnya aplikasi berbasis TIK sangat penting untuk memudahkan akses dalam menyelenggarakan pembelajaran. Dengan aplikasi ini keterampilan guru dalam menjalankan tugasnya sebagai fasilitator, pelatih, mentor, kolaborator dan mitra belajar akan bertambah. sehingga diharapkan kualitas pelaksaaan tugasnya pun meningkat. Memang aplikasi ini memang memerlukan perangkat TIK dan paket data internet. Untuk sekolah ini yang sudah memiliki fasilitas tentunya akan dapat dilaksanakan dengan baik.

Paparan Perangkat Pembelajaran dipaparkan oleh Wakasek Kurikulum, Dra. Yumiasi Tara, M.Si. Ia mengajak para pendidik untuk menelaah dan merevisi serta menyempurnakan RPP agar segera siap digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Ia juga mengingatkan agar nilai karakter, literasi, dan program remedial agar masuk di dalamnya. Bahkan, RPP berbasis TIK harus mulai dirancang untuk melengkapi kesempurnaannya.

Narasumber dari luar sekolah khusus dihadirkan untuk memaparkan Progam Adiwiyata. Narasumber materi ini adalah Pelaksana Tugas Kadis Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, Ir. Antonia M.T Kupa. Ia mengajak keluarga besar SMAN 5 Palangka Raya untuk menguatkan karakter Berbudaya Lingkungan. Ia memaparkan bahwa sekolah ini sangat berpotensi untuk menjadi sekolah Adiwiyata. Lingkungannya yang cukup luas memudahkan untuk turut mewujudkan pembangunan berbudaya lingkungan.

Komitmen yang kuat yang didasari visi misi sekolah dan tim yang solid serta partisipasi aktif yang diwujudkan akan membuat Program Adiwiyata dapat terlaksana dengan baik. Untuk mewujudkannya Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan, dan instansi terkait lainnya akan memberikan kontribusi, seperti beragam bibit tanaman, gerobak, dan tong sampah. Kesuksesan Program Adiwiyata pasti akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi penguatan karakter, lingkungan yang segar, sehat, lestari, dan meningkatkan kualitas pembelajaran dan serta kenyamanan bagi warga sekolah dan masyarakat sekitarnya. (L.J)

MPLS DIMULAI, KADISDIK KALTENG BERSILATURAHMI KE SMAN 5 PALANGKA RAYA

Tahun pelajaran 2019/2020 mulai bergulir hari ini, Senin, 15 Juli 2019. SMAN 5 Palangka Raya yang terletak di Jalan Tingang Km 3,5 juga mulai menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). MPLS dibuka melalui upacara bendera yang diikuti seluruh siswa dan para guru. Ada 215 siswa baru yang akan mengikuti MPLS yang akan berlangsung selama tiga hari, yakni tanggal 15, 16, dan 17 Juli 2019.

Kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs. H. Arbusin yang bertindak sebagai pembina upacara membacakan amanat Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran.

“MPLS merupakan kegiatan sangat penting untuk semua siswa baru agar mengenal lingkungan sekolah yang baru dengan baik sehingga merasa nyaman dan aman karena diterima dengan baik, wajar, dan ramah oleh seluruh warga sekolah. Kegiatan ini hendaknya digunakan dengan baik dan menyenangkan untuk mengenal warga sekolah, sarana prasarana, kegiatan , dan lingkungan sekolah. Oleh karena itu, segala bentuk perpeloncoan dengan berbagai modus tidak boleh dilakukan oleh siapa pun,” katanya.

“Para siswa harus fokus, semangat dan tekun belajar. Hormati guru dan orang tua. Jauhi dan hindari penyalahgunaan Narkoba, merokok, dan pergaulan bebas yang akan menjerumuskan dan menghancurkan. Jaga diri kalian dari pengaruh negatif kemajuan teknologi informasi. Tingkatkan terus keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME dengan taat beribadah.”

Kejutan pun terjadi beberapa saat usai upacara. Tatkala kepala sekolah masih memberikan pengarahan kepada dewan guru di ruang guru, Kadisdik Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. H. Slamet Winaryo, M.Si., melakukan silaturahmi mendadak atau inspeksi mendadak (sidak) ke arena kegiatan MPLS di aula. Kepala sekolah yang mendapat pemberitahuan dari Satpam pun bergegas menyusulnya.

“Maaf, ya, Kepala Sekolah. Saya minta waktu sebentar memantau dan sedikit menyampaikan imbauan dan peringatan,” tuturnya ramah dan tegas.

“Saya ingatkan agar MPLS ini menjadi sarana untuk memberikan kesempatan kepada siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah dalam suasana yang menyenangkan dan penuh kebersamaan serta berkarakter. Jadi, silakan laksanakan dengan gembira dan mengikuti aturan yang ada. Jangan sampai ada tindakan perundungan (bullying) kepada siswa baru dalam bentuk apapun. OSIS dan kakak-kakak kelas harus menjadi sahabat yang baik bagi adik-adik kelasnya agar merasa nyaman di sekolah yang baru. Penanaman disiplin harus dilakukan secara manusiawi, tanpa kekasaran dan kekerasan. Siapa yang melanggar harus diingatkan. Jika perlu, diberikan sanksi yang sesuai. Silakan kepala sekolah, panitia, dan para guru, terus membimbing dan memantau pelaksanaan MPLS sebaik-baiknya,” pesannya di depan para siswa, panitia, dan pengurus OSIS.

Menyinggung pemakaian atribut, Slamet juga mengingatkan agar siswa baru tidak disuruh mengenakan atribut yang berlebihan atau membawa sesuatu yang membebani. Sederhana saja, mudah diperoleh dan dibuat sendiri serta wajar. Harus dihindari sikap, ucapan, dan tindakan yang mendiskriminasi siswa baru. Mereka harus dilindungi dan diayomi sehingga merasa nyaman di sekolah yang baru.

Berlanjut dari hal itu, selama tiga hari MPLS para siswa baru akan menerima materi dan mengikuti kegiatan, seperti Pengenalan Sekolah, Visi dan Misi Sekolah, Wawasan Wiyata Mandala, Bijak Bermedsos, Mewaspadai Penyalahgunaan Narkoba dan Miras dan Obat-obatan Terlarang, Pentingnya Sadar Hukum, Pengenalan Ekskul Wajib dan Peminatan, Kurikulum 2013, Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Empat Keterampilan Abad 21 dan Literasi, Pengenalan OSIS, HIV/ AIDS dan Perilaku Hidup Sehat, dan Motivasi Belajar Efektif. Narasumber MPLS selain dari sekolah juga dari luar sekolah, seperti dari Kanwil Pertahanan Kalteng dan Polda Kalteng.

Keseriusan dalam kegembiraan, dan keteraturan dalam kemeriahan tampak dalam semangat para siswa baru mengikuti rangkaian MPSLS yang dipusatkan di aula. Mereka terlihat sungguh-sungguh, tetapi tetap santai dan gegap gempita mengikuti kegiatan yang diselingi permainan, dialog, yel-yel, nyanyian dan tentu juga sorak riuh berbaur tepuk tangan yang menggetarkan aula. (L.J.)

Tiga Siswa SMAN 5 Palangka Raya Raih Prestasi FLS2N Provinsi

Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Jenjang SMA/MA Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di Hotel Batu Suli Internasional, Palangka Raya yang berakhir Rabu, 10 Juli 2019 tentu mewarnai catatan prestasi para siswa. Tiga siswa SMAN 5 Palangka Raya pun pun mencatatkan prestasinya. Mereka adalah Talitha Dora Yansen Dehen yang meraih juara 1 Desain Poster Putri, Indah Restuati juara 2 Vokal Solo Putri, dan Rosiming Raju Silalahi juara 3 Kriya Putra. Hadiah berupa trofi, sertifikat, dan uang pembinaan pun berhak mereka peroleh.

Disertai guru pendamping, yakni Ika Saktila M. Odas, M.Pd. dan Christina Nopriani, M.Pd. ketiganya menyampaikan rasa syukur dan kegembiraannya begitu pengumuman para juara dibacakan panitia. Ucapan terima kasih atas bimbingan yang sabar dan tekun dari para guru pun diungkapkan secara tulus. Sebaliknya, para guru pun mengapresiasinya pula. Usaha dengan belajar dan berlatih selama beberapa lama ini akhirnya membuahkan hasil meskipun masih tetap perlu ditingkatkan.

“Usaha saya berbulan-bulan untuk mempelajari photoshop akhirnya berhasil. Semangat dan optimisme saya bangkit berkat bantuan dari para guru pembimbing dan kakak untuk belajar membuat desain poster. Berkat dukungan yang luar biasa akhirnya saya berhasil meraih juara 1 desain poster putri,” ungkap Talitha bersyukur.

“Meskipun tentu berat, saya akan berusaha berbuat dan memberikan yang terbaik. Soal hasil akhir nanti, saya serahkan kepada Tuhan. Yang penting saya sebagai peserta harus mempersiapkan diri sebaik mungkin, seperti yang telah diamanatkan Kadisdikprov Kalteng kepada kami yang akan mengikuti FLS2N tingkat nasional di Lampung September nanti,” imbuhnya optimistis.

Sementara itu, Kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs. H. Arbusin tentu turut menyampaikan syukur dan apresiasi atas keberhasilan peserta didiknya.

Saya ucapkan terima kasih kepada para siswa dan guru pembimbing yang telah belajar dan bekerja keras untuk mengikuti ajang FLS2N mulai dari tingkat kota hingga ke tingkat provinsi. Semoga nanti siswa kita yang berkesempatan maju ke tingkat nasional juga dapat kembali mengharumkan nama sekolah. Puji syukur sekolah ini kembali meraih prestasi yang membangkitkan semangat untuk terus memberikan pelayanan, penampilan, dan prestasi terbaik. Mari kita berikan dukungan dengan penuh kesungguhan budaya berprestasi bagi siswa, termasuk guru SMAN 5 Palangka Raya,” tuturnya memotivasi. (L.J.)

Guru SMAN 5 Palangka Raya Raih Juara 1 Gupres Provinsi Kalteng

Prestasi pembangkit semangat kembali diraih SMAN 5 Palangka Raya. Guru mata pelajaran Sejarah dari sekolah ini, yakni Endar Priyo Sulistiyo, S.Pd. meraih predikat juara 1 dalam Pemilihan Guru Berprestasi (Gupres) Jenjang SMA/SMK Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar Disdikprov Kalteng di Hotel Batu Suli Internasional Palangka Raya, 3—6 Juli 2019.

Keberhasilan Endar menjadi juara 1 ini tentu tidak mudah. Beberapa tahapan harus dilaluinya. Bersama dengan para peserta dari kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah ia harus mengikuti beberapa tahapan penilaian. Selain penilaian portofolio, ada penilaian presentasi karya tulis pengalaman terbaik sebagai guru (best practice). Best practice ini merupakan karya tulis yang berisi pengalaman yang benar-benar dilakukan guru dan dianggap terbaik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta peningkatan mutu dan profesionalisme guru di sekolah. Penilaian melalui tanya jawab dan wawancara dalam ajang ini dilakukan oleh tim penilai yang terdiri dari para dosen dan guru besar Universitas Palangka Raya (UPR).

“Isi best practice yang saya susun tentang Penggunaan Media Aplikasi Pembelajaran Berbasis Android untuk Menunjang Pembelajaran Abad 21 Mata Pelajaran Sejarah Indonesia Kelas X SMAN 5 Palangka Raya. Ini merupakan pengalaman pembelajaran yang saya terapkan langsung di sekolah. Jadi, tentu saya dapat menjelaskan dan meyakinkan tim penilai dengan lancar dan runtut,” tutur guru pria berbadan subur dan berkaca mata ini.

“Saya ucapkan terima kasih kepada kepada kepala sekolah yang telah merestui, rekan-rekan guru yang banyak memberikan dukungan, dan para siswa yang turut menyemangati sehingga saya bisa memberikan karya terbaik. Semoga saya dapat menjalankan amanah sebagai guru berprestasi yang tetap masih harus banyak belajar,” imbuhnya rendah hati.

Sebagai juara 1 Gupres Jenjang SMA/SMK tingkat provinsi, Endar pun memperoleh penghargaan berupa trofi, sertifikat, dan uang pembinaan. Penyerahan hadiah secara langsung diberikan oleh Kadisdikprov Kalteng, Dr.H. Slamet Winaryo, M.Si. Tidak hanya itu, bersama para juara 1 Gupres dari jenjang lain, yakni TK, SD, SMP, dan kepala sekolah, ia juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Pemilihan Gupres Tingkat Nasional bulan depan.

Kepala SMAN 5 Palangka Raya memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih guru dari sekolah yang dipimpinnya. Ia berharap prestasi ini dapat memotivasi rekan-rekan guru dan para siswa untuk bekerja dan belajar lebih giat serta meraih prestasi.

“Kita selalu memberikan kesempatan kepada para guru dan siswa untuk mengembangkan diri untuk meraih prestasi dan menguatkan karakternya. Jika guru berprestasi dan menjadi teladan, tentu kita berharap para siswa juga akan lebih bersemangat meraih prestasi belajarnya,” tuturnya penuh rasa syukur. (L.J.)