Selamat Datang di Website SMAN 5 Palangka Raya, Sekolah Rintisan Model Berbasis ICT "Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Kalimantan Tengah"
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
No Poles setup.
Statistik
  Visitors : 379018 visitors
  Hits : 4806 hits
  Today : 1 users
  Online : 1 users
:: Kontak Admin ::

btkipsuport@yahoo.com    
Agenda
16 December 2017
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6

Semarak Seminar Nextdev Junior Telkomsel di SMAN 5 Palangka Raya

Tanggal : 10/13/2016, 22:40:35, dibaca 423 kali.

Semarak Seminar Nextdev Junior Telkomsel di SMAN 5 Palangka Raya

Empat ratusan siswa duduk bersila lesehan dan berbaris di lantai aula. Siang hingga sore tadi, Sabtu, 8 Oktober 2016 Telkomsel Indonesia menggelar seminar Nextdev Junior untuk para siswa. Kebetulan SMAN 5 Palangka Raya terpilih sebagai tuan rumahnya. Agar tidak mengganggu kegiatan pembelajaran, seminar yang menghadirkan narasumber para praktiksi aplikasi IT ini digelar siang hingga sore pukul 13.00 sampai dengan pukul 16.00.

Kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs. H. Arbusin, yang berkenan membuka kegiatan menyatakan kegembiraannya atas dipilihnya sekolah ini sebagai sasaran kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Telkomsel. Sekolah ini juga merupakan satu dari 16 sekolah yang mendapat pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis android yang juga sudah berlangsung empat hari dan akan berakhir pada hari kesepuluh.

“Tentu kami menyampaikan terima kasih tak terhingga kepada PT Telkomsel Indonesia dan Telkomsel Palangka Raya. Sekolah kami telah menerima kesempatan menjadi tuan rumah seminar The Nextdev Junior dan pelatihan pembuatan media berbasis android. Kami berharap para siswa dan guru bisa memanfaatkan rangkaian kegiatan ini untuk menunjang dan meningkatkan hasil pembelajaran di sekolah,” kata pria yang baru belum lama menunaikan ibadah haji ini.

Sementara itu, pihak Telkomsel Indonesia melalui perwakilan Telkomsel Palangka Raya, Indra, dalam sambutannya menyatakan bahwa Program The Nextdev Junior sudah memasuki tahun kedua di beberapa kota di Indonesia termasuk di Pulau Kalimantan. Untuk Kalimantan Tengah, pihaknya baru mengawali di sekolah ini, yaitu SMAN 5 Palangka Raya.

“Sekarang ini dunia semakin berada dalam genggaman kita berkat kemajuan teknologi digital. Oleh karena itu, kami ingin mengajak para siswa bisa menggunakan android bukan hanya sekadar untuk berfoto ria. Mari kita gunakan untuk mengembangkan potensi dan kemajuan dan mengaplikasikannya dalam pembelajaran,” tuturnya meyakinkan.

Selanjutnya, Kadisdikbud Kota Palangka Raya yang diwakili Yetty Suheryani, menyatakan dukungannya atas partisipasi Telkomsel turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Cantik ini. Menurutnya, ia adalah wujud partisipasi yang menarik dan perlu diperluas lagi.

“Saya berharap untuk ke depan bukan hanya sekolah ini yang mendapat pelatihan dan seminar dari Telkomsel, tetapi juga sekolah-sekolah lain. Ini penting agar ada pemerataan kesempatan mendapat memperoleh sesuatu yang bermanfaat bagi para siswa,” katanya.

Kegiatan berikutnya selain diisi dengan presentasi oleh para pakar aplikasi. Salah satunya adalah Soni Ramadani yang merupakan Ketua Asosiasi Digital Kreatif Indonesia (ADITIF) yang memaparkan tentang Membangun Bisnis Digital Kreatif. Disampaikannya bahwa bisnis digital sekarang ini sudah menjadi bisnis besar meskipun keberadaannya seolah tanpa wujud, misalnya pulsa, tetapi beromzet besar dan terus dibutuhkan orang. Oleh karena itu, ia mengajak agar siswa tidak hanya jadi pemakai, tetapi jadi produsen aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus mendatangkan keuntungan.

“Telkomsel juga terus melakukan inovasi dan menyosialisasikannya kepada khalayak. Aplikasi seperti kentongan digunakan untuk melancarkan komunikasi dan solusi antar warga dalam lingkungan RT. Aplikasi Igrow merupakan aplikasi komunikasi para petani, pemilik modal, dan konsumen untuk memudahkan pemasaran hasil pertanian. Ada juga limokilo, yaitu aplikasi yang bisa digunakan para petani untuk langsung bertemu konsumen tanpa ganguan calo atau tengkulak. Lalu ada efishery yang merupakan aplikasi yang membantu peternak ikan menggunakan alat bantu pemberi makan otomatis pada ikan yang bisa dikontrol dari jarak jauh. Berikutnya, dua aplikasi yang cukup terkenal saat ini adalah Gojek dan Traveloka. Gojek merupakan karya anak bangsa berupa aplikasi yang menghubungkan pengemudi ojek dengan penumpang dengan layanan berbasis lokasi. Traveloka merupakan aplikasi dapat membantu konsumen mendapatkan kamar hotel secara realtime,” paparnya.

Hal yang lebih menarik perhatian para siswa alah saat Philips, motivator NED Studio memberikan paparan yang memikat sambil berbagi hadiah. Para siswa yang mengajukan pertanyaan atau menjawab pertanyaan mendapatkan hadiah khusus berbagai produk Telkomsel. Pria muda yang baru berusia 23 tahun ini juga banyak berbicara tentang aplikasi game yang memang menjadi kegemaran kalangan anak muda.

“Anak muda jangan hanya menghabiskan waktu menjadi pemakai suatu produk. Jadilah pencipta produk atau minimal menggunakan produik untuk sesuatu yang lebih bermanfaat. Sebagai siswa, kalian mesti berpikir apa yang bisa kalian berikan untuk sekolah, Jangan berpikir apa yang sudah sekolah berikan untuk kalian. Gunakan usia, potensi, sumberdana, dan akses yang kalian miliki untuk berkarya,” pesannya bersemangat.

Kemeriahan acara di aula yang sebenarnya cukup menggerahkan itu tetap mampu menahan para siswa untuk bertahan hingga acara usai. Apalagi peran tiga siswa, yaitu Telsy Aldemadra Nomorrisa, Gita Christy, dan Hatmiati Pakpahan yang berkolaborasi menjadi pemandu acara telah membuat suasana ceria dan mampu menciptakan hingar-bingar yang mengusir kejenuhan. (L.J.)



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :

Pengirim : poker -  [jenius@gmail.com]  Tanggal : 22/01/2017
dua aplikasi yang cukup terkenal saat ini adalah Gojek dan Traveloka

Pengirim : sbobet wap [wali@gmail.com]  Tanggal : 17/01/2017
Saya berharap untuk ke depan bukan hanya sekolah ini yang mendapat pelatihan dan seminar dari Telkomsel, tetapi juga sekolah-sekolah lain

Pengirim : poker -  [wali@gmail.com]  Tanggal : 15/10/2016
Misalnya, mata pelajaran sejarah tentunya memiliki karakteristik yang berbeda dengan mata pelajaran ilmu pengetahuan alam. Proporsi pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam setiap mata pelajaran juga berbeda


   Kembali ke Atas