Selamat Datang di Website SMAN 5 Palangka Raya, Sekolah Rintisan Model Berbasis ICT "Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Kalimantan Tengah"
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
No Poles setup.
Statistik
  Visitors : 430930 visitors
  Hits : 23265 hits
  Today : 1 users
  Online : 1 users
:: Kontak Admin ::

btkipsuport@yahoo.com    
Agenda
27 April 2018
M
S
S
R
K
J
S
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Tatkala OSIS Menggelar Workshop Pembuatan Film Pendek

Tanggal : 03/07/2016, 10:51:00, dibaca 624 kali.

Membuat film sekarang sudah bukan sesuatu yang asing dan menyulitkan. Kini untuk menghasilkan sebuah tayangan film tidak harus membawa seperangkat alat yang berat, baik berat secara fisik maupun berat ongkosnya. Dengan menggunakan beragam gawai (gadget) yang murah dan kamera digital serta kamera DLSR kini bisa dibuat sebuah film sederhana asalkan mau kreatif.

Inilah yang diwujudkan para peserta “Workshop Film Maker” di aula SMAN 5 Palangka Raya, Kamis, 3 Maret 2016. Tampak para peserta dengan tekun menyimak presentasi dan aksi yang diberikan M. Nur Faizin, narasumber yang berprofesi sebagai produser acara TVRI Kalimantan Tengah. Acara yang digagas Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMAN 5 Palangka Raya ini diikuti kurang lebih 50 siswa yang tergabung dalam ekskul film pendek dan memiliki minat terhadap bidang itu.

Sementara itu, kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs. Arbusin yang berkesempatan memberikan sambutan saat pembukaan mengamanatkan agar workshop ini bisa mengarahkan siswa lebih kreatif memanfaatkan alat teknologi komunikasi. Siswa diharapkan bisa memanfaatkan perangkat seperti kamera gawai (gadget) untuk sesuatu yang produktif positif sehingga bisa meningkatkan kompetensi dan kualitas diri untuk menjadi manusia yang terampil dan bertanggung jawab.

“Workshop ini diharapkan juga dapat menguatkan kalian yang menaruh minat terhadap film pendek. Saat ini sering digelar festival dan lomba pembuatan film pendek untuk para siswa, seperti Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang diselenggarakan Kemendikbud. Even yang dilaksanakan secara bertingkat mulai dari tingkat sekolah hingga tingkat nasional merupakan kesempatan kepada siswa untuk mengekspresikan kemampuannya di bidang film pendek,” pesannya kepada para siswa.

Selain kegiatan di dalam aula, siswa tampak diajak ke luar ruang untuk melakukan langsung beberapa kegiatan dalam proses pembuatan film pendek. Mereka menggunakan berbagai perangkat yang dimilikinya untuk pengambilan gambar terhadap sebuah objek atau tampilan, baik objek diam maupun objek bergerak. Sebagian dari mereka juga bertugas sebagai partisipan atau pemain yang berperan untuk menggerakan sebuah cerita atau pesan. Dengan penuh minat mereka tampak mengikuti arahan narasumber.

“Salah satu hal yang mesti dipahami oleh pembuat film pendek adalah penguasaan komposisi dan transisi gambar. Komposisi ini sangat erat kaitannya denan rasa seni, perasaan, dan ekspresi seseorang. Film maker harus bisa menata unsur-unsur gambar ke dalam frame atau bingkai dengan memerhatikan faktor keseimbangan, keindahan, dan warna agar memiliki daya tarik tersendiri” tegas sang narasumber yang terjun langsung memberikan bimbingan. (L.J)



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas