Selamat Datang di Website SMAN 5 Palangka Raya, Sekolah Rintisan Model Berbasis ICT "Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Kalimantan Tengah"
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
No Poles setup.
Statistik
  Visitors : 394551 visitors
  Hits : 28209 hits
  Today : 1 users
  Online : 1 users
:: Kontak Admin ::

btkipsuport@yahoo.com    
Agenda
24 January 2018
M
S
S
R
K
J
S
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

KEJARI IMBAU SISWA TAAT HUKUM

Tanggal : 02/23/2016, 14:46:44, dibaca 408 kali.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Palangka Raya mengimbau siswa SMAN 5 Palangka Raya untuk taat kepada hukum. Dengan menaati hukum yang berlaku siswa akan terhindar dari tindakan melawan dan melanggar hukum yang berlaku. Selain itu, dengan patuh terhadap hukum siswa akan lebih tenteram dan menenteramkan orang lain di mana pun berada.

“Adik-adik harus memahami hukum yang berlaku. Memahami itu untuk menaati, bukan untuk melawan, “ kata Yoyot Apriono, S.H., Kasi Intelijen Kejari Palangka Raya didampingi Siti Mutosi’ah, S.H., Jaksa Fungsional, dan Lusiana, S.H., Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara selaku Tim Penyuluh Hukum.

“Meskipun masih dalam usia belia, Adik-adik perlu belajar taat hukum sejak sekarang. Menurut Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak menyatakan bahwa anak merupakan amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya. Nah, untuk bisa menjadi manusia seutuhnya, kita semua harus menjadi manusia yang taat hukum,“ katanya di hadapan kurang lebih seratus siswa kelas X dan kelas XI di aula, Senin, 22 Februari 2016.

Dijelaskan lebih lanjut bahwa meskipun masih berusia di bawah 18 tahun, seorang siswa bisa saja tersangkut perkara hukum. Jika ada pelanggaran hukum oleh anak berusia antara 12 sampai dengan 18 tahun memang bisa dilakukan diversi, yaitu upaya perdamaian antara pelaku dan korban. Namun, jika pelaku mengulangi pelanggaran, dengan sendirinya diversi itu akan batal. Selanjutnya pelaku harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

Tampak siswa menyimak dengan saksama, bahkan penuh antusias mengajukan tanggapan berbalut pertanyaan. Tim penyuluh dengan sabar dan bersemangat memberikan penguatan terhadap respon para siswa yang kelihatannya ingin menjadi manusia yang sadar dan taat hukum.

“Adik-adik harus pandai mengendalikan emosi diri agar tidak tergelincir dan melanggar hukum. Dalam suatu kesempatan, membela diri secara berlebihan harus diperhitungkan. Misalnya kalian mau dianiaya. Jika masih ada kesempatan melarikan diri, lebih baik kabur. Karena kabur adalah membela diri yang paling aman. Jika pembelaan diri kita justru mencelakai orang lain, kita justru bisa terkena sanksi hukum,” jelasnya kepada para siswa.

“Mencari keadilan memang hak setiap orang orang. Namun, semakin dicari akan terasa semakin tidak adil. Apalagi jika keadilan itu dicari dengan cara melawan hukum. Oleh karena itu, jadilah generasi yang taat sepenuhnya kepada hukum agar semua tenteram dan merasa memperoleh keadilan, “pungkasnya
kepada para siswa yang mengajukan pertanyaan. (L.J.)



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas