Selamat Datang di Website SMAN 5 Palangka Raya, Sekolah Rintisan Model Berbasis ICT "Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Kalimantan Tengah"
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
No Poles setup.
Statistik
  Visitors : 430932 visitors
  Hits : 23304 hits
  Today : 1 users
  Online : 1 users
:: Kontak Admin ::

btkipsuport@yahoo.com    
Agenda
27 April 2018
M
S
S
R
K
J
S
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

ADA SIRAMAN ROHANI DI MUSALA MUNGIL

Tanggal : 11/18/2015, 07:34:39, dibaca 470 kali.

Musala bukan sekadar tempat salat lima waktu. Musala bisa menjadi tempat yang tenang untuk berdiskusi mencarikan dan mencairkan solusi. Musala juga bisa menjadi tempat mempererat silaturahmi. Pun musala juga dapat menjadi tempat siraman rohani yang menjejukkan hati. Hal ini seperti dilakukan para guru dan siswa muslim di musala mungil Baitul Haq, SMAN 5 Palangka Raya, usai melaksanakan salat zuhur berjamaah, Sabtu, 14 November 2015.

‘Saya mengajak para guru, siswa, dan warga sekolah muslim untuk menyemarakkan musala kita. Luangkan waktu untuk singgah, terutama untuk salat, “ kata Arbusin, Kepala SMAN 5 Palangka Raya. “Selanjutnya, sebulan sekali kita gelar pengajian atau siraman rohani. Ustad-ustadnya bisa kita berdayakan guru Pendidikan Agama Islam yang ada. Bahkan, guru lain atau siswa pun bisa belajar menjadi ustad karena semua orang pada dasarnya wajib menyampaikan pesan kebaikan.”

Sementara itu, H. Selamat dalam tausiahnya menekankan perlunya bersyukur terhadap nikmat Allah SWT yang tak terhitung dan tak ternilai harganya. Bersyukur bukan sekadar mengucapkan hamdalah, tetapi juga harus diikuti oleh sikap taat dan tunduk terhadap perintah-Nya serta menjauhi segala larangannya.

“Lihatlah nikmat Allah yang diberikan kepada kita pada tubuh kita bagian kepala saja. Betapa nikmatnya kita punya mata, telinga, hidung, mulut, lidah gigi, dan otak. Bayangkan saja jika bagian-bagian itu rusak. Ternyata, tidak ada suku cadang buatan manusia yang betul-betul bisa menggantikan. Jika pun sekarang ada gigi tiruan, itu masih tidak bisa berfungsi sehebat ciptaan Sang Khalik,” tuturnya.

Pria yang murah senyum lebar dan punya tugas utama sebagai guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ini juga mengajak para siswa untuk pandai bersabar dalam menghadapi ujian.

“Bersabar dalam menghadapi ujian itu harus. Kita pasti akan mendapat ujian dalam hidup untuk meningkatkan kesabaran karena setiap manusia pasti akan diuji untuk meningkatkan keimanannya. Semakin tinggi kualitas keimanan seseorang semakin tinggi ujian dari Allah. Contoh ujian keimanan yang begitu berat sudah pernah dihadapi para nabi dan rasul. Mereka semua lulus ujian karena kesabarannya,” jelasnya diiringi anggukan para siswa. (L.J.)



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas