Selamat Datang di Website SMAN 5 Palangka Raya, Sekolah Rintisan Model Berbasis ICT "Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Kalimantan Tengah"
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
No Poles setup.
Statistik
  Visitors : 379024 visitors
  Hits : 4849 hits
  Today : 1 users
  Online : 1 users
:: Kontak Admin ::

btkipsuport@yahoo.com    
Agenda
16 December 2017
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6

Mengidentifikasi Siswa Berbakat

Tanggal : 25-09-2014 08:58, dibaca 915 kali.

Di dalam bidang keberbakatan (gifted and talented), hal yang sulit tetapi sangat penting adalah menemukan siswa yang dikategorikan sebagai siswa berbakat (identifikasi). Keberbakatan sering hanya dilihat dari prestasi belajar dan kemampuan kecerdasan, padahal sesungguhnya keberbakatan merupakan konstruk yang kompleks. Oleh karena itu proses identifikasi harus dilakukan dengan cermat, sistematis dan didasarkan atas konstruk konsep keberbakatan yang jelas. Untuk itu perlu dirumuskan prosedur identifikasi dan dirancang instrumen yang valid, reliable, objektif dan praktis. Instrumen ini dirancang untuk mengidentifikasi siswa berbakat matematika menurut nominasi guru/teman sebaya. Oleh karena itu, akan dijelaskan alasan mengapa nominasi guru itu penting, dan kriteria apa yang digunakan untuk melakukan nominasi itu. Di dalam tulisan ini tidak dijelaskan identifikasi dengan tes psikologi baik tes kemampuan umun (intelligence test) maupun tes kreativitas (creativity test) karena hal itu di luar kewengan dan kompetensi pendidik/guru.

1. Nominasi oleh Guru dan Teman Sebaya Langkah awal yang sangat penting dalam melakukan identifikasi siswa berbakat (dalam penelitian ini difokuskan kepada siswa berbakat matematik) di SMA, adalah nominasi oleh guru dan teman sebaya (Munandar, 2004). Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa guru sudah mengenal karakteristrik siswanya melalui proses interaksi-komunikasi yang intensif, berlangsung setiap hari dalam kurun waktu tertentu. Demikian pula teman sebaya, mereka satu sama lain sudah saling mengenal, mengetahui kemampuan-kemampuan masing-masing temanya. Oleh karena itu dapat diyakini bahwa informasi dari guru dan teman sebaya tentang siswa yang dianggap memiliki kemampuan lebih dalam matematika merupakan data yang objektif. Ketika guru/teman sebaya diminata untuk menominasi, sudah barang tentu harus didasarkan atas kriteria yang dikembangkan dari konstruk teori keberbakatan tetapi sudah diterjemahkan ke dalam bentuk prilaku nyata/autentik (Colangelo, 2003), sehingga guru dapat menominasi siswa dengan mengamati perilaku siswa yang berhubungan aktivitas belajar matematika.

2. Indikator Prilaku Siswa Berbakat Matematik Menurut Renzulli 1986b (Borland, J.H, 2003), untuk memahami dan mengenali siswa berbakat (termasuk berbakat matematika), perlu dilihat dari tiga aspek yaitu : kemapuan inteligensi umum, kreativitas dan motivasi/task commitment.

a. Kemampuan Inteligensi Umum Intelligensi dipandang sebagai kemampuan umum yang bersifat potensial, dan terkait erat dengan kemampuan dalam memecahkan masalah (Santrock, 2007). Secara teoritis kemampuan inteligensi setiap orang berbeda-beda. Seacara umun dapat dikategorikan dalam tiga kelompok yaitu siswa yang memiliki kemampuan rata-rata, di atas rata-rata dan di bawah rata-rata (dapat diukur dengan Stanford Binnet, WISC). Kemampuan belajar siswa berkorelasi positif dengan inteligensinya. Kemampuan inteligensi mengandung beberapa faktor, (Berk, 2003) yaitu kemampuan: mengingat, berpikir angka, berpikir ruang, penalaran logis, dan berpikir verbal. Siswa yang memiliki kemampuan inteligensi tinggi (di atas rata-rata), akan sangat mudah dan cepat dalam memahami hal-hal yang kompleks dan abstrak (termasuk matematika), dibandingkan dengan siswa pada kelompok rata-rata. Akan tetapi tidak semua siswa yang memiliki kemampuan inteligensi tinggi mencapai prestasi belajar yang tinggi pula, sebab ada faktor-faktor lingkungan yang juga berpengaruh terhadap pencapaian hasil belajar. Untuk kepentingan nominasi siswa berbakat matematika oleh guru, kemampuan inteligensi harus dilihat dari ekspresi prilaku siswa dalam belajar matematika, yaitu: siswa lebih mudah memahami konsep yang komplek dan abstrak, tidak memerlukan waktu lama untuk belajar, dan biasanya nununjukkan hasil belajar yang optimal, dapat dengan mudah menjelaskan konsep abstrak dan rumit menjadi sederhana dan mudah dimengerti. Kemampuan inteligensi prosesnya bersifat konvergensi, yaitu memusat pada satu jawaban yang benar (Utami Munandar, 2004).

b. Kemampuan Kreativitas. Kreativitas merupakan proses berpikir divergensi (Piirto, 2004), yaitu kemampuan melihat masalah dari sudut pandang yang bervariasi (menyebar). Orang yang kreatif biasanya memiliki sudut pandang yang berbeda dan bersifat unik dalam melihat dan menyelesaikan masalah. Kreativitas (Piirto, 2004) mengandung unsur-unsur berpikir: originalitas (keaslian), fleksibilitas (kelenturan), dan fluensi (kelancaran). Originalitas mengandung pengertian bahwa ide kreatif itu merupakan ide asli dan baru bukan karena meniru. Fleksibilitas mencerminkan cara pandang dalam menyelesaikan masalah yang variatif dan unik. Sementara, fluensi menggambarkan mengalirnya ide dengan lancar. Jika kreativitas dihubungkan dengan kemampuan matematika, akan tercermin dalam perilaku belajar siswa yang dapat diamati sebagai berikut: siswa sering mengajukan pertanyaan-pertanyaan unik, tidak terduga, memiliki persektif/strategi/cara sendiri dalam memecahkan masalah, menunjukkan kemampuna berpikir fleksibel dengan cara pemecahan masalah dari sudut pandang yang bervariasi, dan menunjukkan rasa ingin tahu yang sangat besar.

c. Motivasi dan Minat (Task Commitment) Motivasi (Pintrick, 2002), dapat didefinisikan sebagai proses, daripada sebagai produk. Sebagai proses, motivasi tidak biasa diobservasi secara langsung, tetapi dapat diamati dan disimpulkan dari perilaku yang ditunjukkan, seperti: berupaya keras untuk mencapai tujuan/keinginan (goal oriented) terutama pada hal-hal yang sulit, persistensi yaitu melakukan sesuatu dalam waktu yang lama, khususnya ketika menghadapi hambatan dan akhirnya mencapai prestasi. Sementara itu minat didefinisikan sebagai pilihan terhadap sesuatu yang disenangi. Minat biasanya banyak dipengaruhi oleh faktor ekternal (lingkungan). Orang yang memiliki motivasi terhadap sesuatu sudah dapat dipastikan bahwa orang itu punya minat sepadan dengan motivasinya. Minat biasanya muncul lebih dahulu (sebagai pilihan), baru kemudian motivasi. Oleh karena itu minat dan motivasi saling berhungan. Akan tetapi harus dipahami bahwa orang yang memiliki minat belum tentu memiliki motivasi tinggi. Jika kita ingin melihat minat dan motivasi siswa terhadap matematika, harus dilihat dalam bentuk perilku sebagai berikut: menyenangi matematika lebih dari palajaran yang lain, menggunakan lebih banyak waktu untuk belajar matematika, bekerja keras dan tekun jika menemukan masalah matematika yang sulit, dan menunjukkan hasil belajar matematika yang optimal. Dalam melakukan indentifikasi siswa berbakat matematik dengan monimasi oleh guru dan teman sebaya, merujuk kepada kriteria : kemampuan inteligensi, kemampuan kreataivitas dan minat/motivasi, yang diterjemahkan ke dalam bentuk perilaku siswa yang dapat diamati oleh guru.

Sumber : Bahan Bimbingan Teknis Peningkatan Guru Dalam Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus (Cerdas Istimewa)



Pengirim : Endar Priyo S, S.Pd
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :

Pengirim : zac -  [zac_zac@yahoo.co.id]  Tanggal : 05/02/2017
saya biasanya tidak pernah bisa mendapatkan informasi yang berguna dari blog, tapi disini berbeda, saya mendapatkan ilmu yang bermanfaat , kunjungi website kita yuk <a href="http://www.iipo8.com">judi poker</a><br><br><br><a href="http://88dwa.com">agen poker</a><br><br><a href="http://www.iipo8.com">bandar poker</a>

Pengirim : zac -  [zac_zac@yahoo.co.id]  Tanggal : 05/02/2017
saya biasanya tidak pernah bisa mendapatkan informasi yang berguna dari blog, tapi disini berbeda, saya mendapatkan ilmu yang bermanfaat , kunjungi website kita yuk <a href="http://www.iipo8.com">judi poker</a><br><br><br><a href="http://88dwa.com">agen poker</a><br><br><a href="http://www.iipo8.com">bandar poker</a>

Pengirim : agen domino -  [dsadas@gmail.com]  Tanggal : 05/02/2017
saya biasanya tidak pernah bisa mendapatkan informasi yang berguna dari blog, tapi disini berbeda, saya mendapatkan ilmu yang bermanfaat , kunjungi website kita yuk <a href="http://maindadu.com">agen domino</a><br><br> jangan lupa mampir juga ke sini ya kak <br><a href="http://www.piringmas.com">agen bola</a><br><br><a href="http://www.iipo8.com">bandar poker</a>

Pengirim : dewa poker -  [ajoseo@gmail.com]  Tanggal : 02/01/2017
mengetahui kemampuan-kemampuan masing-masing temanya. Oleh karena itu dapat diyakini bahwa informasi dari guru dan teman

Pengirim : togel hong -  [wali@gmail.com]  Tanggal : 15/11/2016
menunjukkan kemampuna berpikir fleksibel dengan cara pemecahan masalah dari sudut pandang yang bervariasi,


   Kembali ke Atas