Selamat Datang di Website SMAN 5 Palangka Raya, Sekolah Rintisan Model Berbasis ICT "Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Kalimantan Tengah"
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
No Poles setup.
Statistik
  Visitors : 379024 visitors
  Hits : 4850 hits
  Today : 1 users
  Online : 1 users
:: Kontak Admin ::

btkipsuport@yahoo.com    
Agenda
16 December 2017
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6

Cara Mengimplementasikan Kurikulum 2013

Tanggal : 04-03-2014 00:12, dibaca 68688 kali.

 SUDAHKAH SEKOLAH MEMAHAMI

CARA MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM 2013?

Oleh: I Wayan Sarman, M.Pd

*Koordinator Implementasi Kurikulum 2013 SMA Prov Kalteng

*Kepala SMAN 5 Palangka Raya

 

Implementasi kurikulum 2013 bertujuan untuk mendorong peserta didik agar mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, menalar, mengomunikasikan (mempresentasikan) apa yang diperoleh atau diketahui setelah siswa menerima materi pembelajaran. Tema pengembangan kurikulum 2013 adalah untuk menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap (tahu mengapa), pengetahuan (tahu apa), dan keterampilan (tahu bagaimana) yang terintegrasi. Sedangkan inti dari kurikulum 2013, adalah upaya penyederhanaan dan tematik-integratif. Saat ini di seluruh Indonesia terdapat 1273 sekolah menengah atas yang menerapkan kurikulum 2013. Enam di antaranya, di Provinsi Kalimantan Tengah. SMAN 3 Kuala Kapuas, SMAN 1 Kahayan Hilir, SMAN 2 Katingan Hilir, SMAN 2 Palangka Raya, SMAN 4  Palangka Raya, dan SMAN 5 Palangka Raya.  Keenam sekolah inilah yang menjadi sasaran secara terbatas implementasi kurikulum 2013. Sudahkah sekolah memahami cara mengimplementasikan kurikulum 2013? Jawaban atas pertanyaan tersebut akan dipaparkan melalui tulisan ini.

 

  1. 1.       Awali dengan Memahami Permendikbud 2013

Keberhasilan guru mengimplementasikan kurikulum 2013, mau tidak mau harus diawali dengan membaca dan memahami Peraturan Menteri Pendidikan dan Kubadayaan (Permendikbud). Pertama, Permendikbud nomor 54 tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Yang penting dari Permendikbud ini adalah kompetensi lulusan setiap jenjang meliputi tiga dimensi yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dimensi sikap pada jenjang SD, SMP, dan SMA memiliki kualifikasi kemampuan yang berbeda. Perbedaannya pada jenjang SD, aspek sikap porsinya lebih besar daripada pengetahuan dan keterampilan. Selanjutnya pada jenjang SMA aspek pengetahuan lebih banyak dibandingkan dengan aspek sikap. Hal ini menunjukkan bahwa pada jenjang SD peserta didik mendapatkan pengetahuan lebih sedikit daripada jenjang SMA. Ini dimungkinkan karena pada jenjang SMA akan melanjutkan ke perguruan tinggi.    Kedua, Permendikbud nomor  65 tahun 2013 tentang Standar Proses. Menekankan bahwa proses pembelajaran mengembangkan ketiga ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara utuh/holistik sehingga  melahirkan kualitas pribadi yang mencerminkan keutuhan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pada standar proses inilah guru-guru diharapkan mampu mengoptimalkan potensi siswa khususnya pada aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan sehingga mampu diukur dan dikembangkan secara optimal. Agar ketiganya dapat diukur dengan benar, maka keberhasilan guru merencanakan, melaksanakan, dan melakukan penilaian yang tertuang melalui rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) menjadi kunci utama. Ketiga ranah kompetensi tersebut memiliki lintasan perolehan (proses psikologis) yang berbeda. Sikap diperoleh melalui aktivitas “menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, dan mengamalkan”. Pengetahuan diperoleh melalui aktivitas “mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, mencipta”. Keterampilan diperoleh melalui aktivitas “mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta”.

Karaktersitik kompetensi beserta perbedaan lintasan perolehan turut serta mempengaruhi karakteristik standar proses. Pada jenjang SMA menggunakan pendekatan ilmiah (scientific), pada jenjang SMP menggunakan tematik terpadu (tematik antarmata pelajaran), dan pada jenjang SD menggunakan pendekatan tematik (dalam suatu mata pelajaran).  Untuk itu perlu diterapkan pembelajaran berbasis penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry learning). Untuk mendorong kemampuan peserta didik untuk menghasilkan karya kontekstual, baik individual maupun kelompok maka sangat disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning).

Ketiga, Permendikbud nomor 69 tahun 2013, tentang kerangka kurikulum  sekolah dasar dan menengah sehingga semua potensi siswa berkembang secara optimal. Yang penting dari permendikbud ini adalah munculnya Kompetensi Inti (KI) sebagai pengganti standar kompetensi (SK). Semua mata pelajaran pada kurikulum 2013 yang berjumlah 15 mapel, telah dilengkapi dengan kompetensi inti. Jumlah kompetensi inti ada 4, yaitu KI 1, komptensi inti sikap spiritual. Kompetensi ini menggambarkan sikap beragama seseorang. Hubungan seseorang dengan Yang Maha Kuasa menjadi sangat pribadi dan sekolah harus memberikan kebebasan untuk semua siswa dapat melakukan ibadah sesuai dengan ajaran agamanya masing-masing. KI 2, kompetensi inti sikap sosial. Kompetensi ini menggambarkan sikap personal dan sosial seseorang. Bagaimana menghargai sesama, ketika ada perbedaan menjadi sangat penting sebagai upaya untuk membangun kebersamaan. Menghayati sikap bekerjasama, gotong royong, bertoleransi, disiplin, bertanggung jawab, kreatif dan inovatif. KI 3, kompetensi inti pengetahuan. Kompetensi ini menggambarkan pengetahuan yang harus diperoleh melalui mapel. Penjabarannya telah tertuang melalui Kompetensi Dasar (KD). Tentu KI 3, ini  tidak terlalu sulit dipahami karena pada kurikulum 2006 KTSP, penekanannya pada aspek pengetahuan yang harus diberikan pada siswa. KI 4, Kompetensi Inti Penerapan. Kompetensi ini menggambarkan penerapan pengetahuan yang telah diperoleh siswa. Kata kuncinya adalah keterampilan siswa sangat diharapkan agar mampu merencanakan, mendesain, memodifikasi, memecahkan masalah, dan mencipta, serta mengomunikasikan hasil yang diperoleh.

Keempat, Permendikbud nomor 66 tahun 2013, tentang standar penilaian pendidikan. Guru-guru diharapkan mampu memahami konsep penilaian yang  dikenal sebagai Penilaian Otentik (authentic asessment). Penulis biasa menggunakan istilah KP2T. Yaitu penilaian kinerja, penilaian proyek, penilaian portofolio, dan penilaian tertulis.  Pada aspek penilaian tidak satu-satunya mengandalkan tes pilihan ganda. Kelengkapan rubrik penilaian menjadi salah satu penujang penilaian otentik.

 

  1. 2.       Perbedaan Kurikulum 2013

Ada beberapa hal yang membedakan kurikulum KTSP 2006 dengan kurikulum 2013. Di antaranya: (a) kurikulum adalah kurikulum satuan pendidikan dan bukan daftar mata pelajaran, (b) kurikulum adalah kebijakan pendidikan untuk membelajarkan peserta didik dari tidak tahu menjadi tahu,  dari tidak mampu menjadi mampu,  dan dari tidak mau menjadi mau, (c) konsep pembelajaran adalah dari diberi tahu menjadi mencari tahu, semua siswa adalah sumber belajar, dan di mana saja adalah ruang kelas, (d) menekankan pada pengembangan kemampuan proses (mengamati, menanya, mengeksplore, mengolah informasi, dan mengkomunikasikan), (e) penilaian dilakukan terhadap pengetahuan, keterampilan, dan sikap, (f) mata pelajaran kelompok A dan C adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat. Matapelajaran kelompok B adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat dan dilengkapi dengan konten lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah. Satuan pendidikan dapat menambah jam pelajaran per minggu sesuai dengan kebutuhan peserta didik pada satuan pendidikan tersebut. Matapelajaran kelompok C, adalah kelompok mata pelajaran sesuai peminatan masing-masing.

Perbedaan yang paling positif bagi pengembangan potensi siswa adalah peminatan dilakukan pada kelas X. Struktur kurikulum SMA kelompok peminatan terdiri atas sejumlah mata pelajaran yang mewakili suatu kelompok minat. Kelompok peminatan berbeda dari jurusan. Peminatan diartikan sebagai sesuatu yang menarik perhatian siswa, mengundang keseriusan dan dedikasi dalam mempelajarinya, menggunakan waktu yang banyak untuk mempelajarinya, dan  memberikan hasil belajar yang baik. Minat dinyatakan dalam bentuk prestasi belajar dan perhatian terhadap tugas. Hal ini memberikan makna bahwa kurikulum 2013 telah menyiapkan siswa sejak awal masuk SMA. Semua siswa diberikan kesempatan untuk sungguh-sungguh dalam mendalami minat yang dipilih. Bahkan dalam peminatan MIA (matematika dan IPA) dapat memilih 6 jam lintas minat yang dapat diambil dari 3 jam peminatan IIS (ilmu-ilmu sosial) dan 3 jam dari lintas minat bahasa. Semua ini diberikan pada jam pelajaran intra. Dengan demikian adanya lintas minat yang disediakan bagi semua siswa akan menambah wawasan berpikir siswa untuk tidak hanya menekuni satu peminatan tetapi juga diarahkan untuk mengerti lintas peminatan. 

 

  1. 3.       Implementasi Kurikulum 2013

Dari semua tahapan, maka implementasi kurikulum menjadi sangat penting. Keberhasilan guru dalam pembelajaran di kelas menjadi sangat menentukan. Pada jenjang SMA guru yang paling beruntung untuk tahun pelajaran 2013/2014 dalah guru bahasa Indonesia, guru matematika, dan guru sejarah. Kenapa demikian? Karena ketiga guru tersebut telah mendapatkan buku pegangan siswa dan buku petunjuk guru untuk mengajarkan KI dan KD serta bagaimana mengevaluasinya. Sedangkan guru yang lainnya yang meliputi 10 (sepuluh) mata pelajaran masih belum mendapatkan bantuan buku langsung dari Kemdikbud. Tetapi silabus telah ada pada struktur kurikulum SMA. Hanya saja buku-buku tersebut dibeli dari pasar/buku yang sudah ada sehingga  sekolah bebas untuk memilih mana yang cocok untuk mengukur sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa. Walaupun guru lain belum memperoleh buku petunjuk guru, tetapi kreativitas sekolah sangat menentukan kebersialn pembuatan RPP. Misalnya guru-guru IPA membuat RPP mengacu pada RPP matematika. RPP bahasa mengacu pada RPP bahasa Indonesia, dan RPP IPS mengacu pada RPP sejarah. Jika hal ini disiasati dengan baik, maka kurikulum 2013 akan memberikan pengetahuan dan keterampilan yang luar biasa bagi guru-guru untuk berupaya melakukan perubahan sesuai harapan kurikulum 2013.

Kunci keberhasilan implementasi pembelajaran tentu bergantung kepada kesiapan guru mengubah paradigma dalam pembelajaran. Bagaimana guru mampu menghadirkan konsep pembelajaran saintifik di kelas. Pembelajaran   saintifik biasa penulis singkat dengan istilah TINYALABATARING.  Singkatan dari TI, mengamati; NYA, menanya; LA, menalar; Ba, mencoba; Ta, mencipta, RING, mengomunikasikan dan membentuk jejaring. Bagi guru yang sudah terbiasa dalam pembelajaran menekankan siswa aktif, tentu tidak menjadi masalah. Tetapi ketika guru masih mendominasi pembelajaran dengan memberikan banyak penjelasan, maka pada kurikulum 2013, sebaiknya mampu menahan diri untuk mengurangi dominasi di kelas. Upayakan  lebih banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif. Menghadirkan alat peraga dan media pembelajaran jika pembelajaran dilakukan di kelas, tentu akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mencipta. Lalu dilanjutkan dengan bagaimana siswa mengominikasikan pendapat yang dimiliki kepada siswa lainnya. Hal ini sangat penting untuk memberikan pengalaman belajar kepada siswa agar memiliki bekal yang cukup guna menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.

Selama pembelajaran hal yang terpenting berikutnya adalah guru harus melakukan penilaian terhadap ketiga ranah yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Tentu adanya rubrik penilaian akan menjadi sangat penting bagi guru dalam memberikan penilaian secara tepat dan akurat. Deskripsi ketiga ranah tersebut menjadi sangat membantu untuk siswa. Acuan deskripsi yang dibuat adalah keseluruhan KD disampaikan pada setiap semester.

 

  1. 4.       Laporan Hasil Belajar

Yang terakhir dalam paparan ini tentu bagaimana rapor peserta didik baru. Ada perbedaan yang cukup signifikan dalam rapor peserta didik baru. Format yang diusulkan dan merupakan draft final dari Direktorat Pembinaan SMA adalah tidak memunculkan kriteria ketuntasan miminal (KKM) tetapi tetap digunakan sebagai acuan. Buku rapor merupakan laporan kemajuan pendidikan seorang peserta didik dalam satu semester. Berdasarkan prinsip tersebut maka buku rapor menggambarkan hasil belajar yang diperoleh peserta didik dalam setiap materi pokok. Berikut contoh format rapor kurikulum 2013, seperti pada Tabel 1.

 

Tabel 1 Format Rapor Kurikulum 2013

No

Mapel

Pengetahuan

Keterampilan

Sikap Sosial dan Spiritual

Dalam Mapel

Antarmapel

Kelompok A (Wajib)

1

Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

(Nama guru)

1 – 4 (kelipatan 0,33)

1 – 4 (kelipatan 0,33)

SB, B, C, K   (diisi oleh Guru)

Disimpulkan secara utuh dari sikap peserta didik dalam Mapel (Deskripsi Koherensi)

(diisi oleh Wali Kelas diawali diskusi dengan semua guru)

2

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (Nama guru)

 

 

 

3

Bahasa Indonesia (Nama guru)

 

 

 

4

Matematika (Nama guru)

 

 

 

5

Sejarah Indonesia (Nama guru)

 

 

 

6

Bahasa Inggris (Nama guru)

 

 

 

Kelompok B (Wajib)

1

Seni Budaya (Nama guru)

 

 

 

2

Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan (Nama guru)

 

 

 

3

Prakarya dan Kewirausahaan (Nama guru)

 

 

 

Kelompok C (Peminatan)

I

Peminatan ... (Diisi sesuai dengan minat siswa)

1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

4

 

 

 

 

II

 Lintas Minat (Diisi sesuai dengan minat siswa)

1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

Tabel 1 menunjukkan ada dua hal yang berbeda di kurikulum 2013. Pertama, peminatan peserta didik di kelas X. Peminatan ditentukan berdasarkan angket minat melalui guru Bimbingan Konseling (BK) disesuaikan dengan Tes Psikologi, dan nilai ujian nasional. Ketiga parameter inilah yang menjadi penentu peminatan peserta didik. Jika ada peserta didik merasa tidak cocok dengan minatnya maka masih diberikan toleransi  3 hingga 6 bulan . Tetapi hal ini ada untung dan ruginya. Jika entry-exit mendekati satu semester, maka yang bersangkutan akan sulit menyesuaikan kemajuan siswa lainnya. Jadi lebih baik menggunakan waktu tiga bulan. Jika tidak ada prestasi maksimal, maka peserta didik sebaiknya memilih peminatan sesuai dengan fakta yang ditetapkan oleh sekolah.  Kedua, pemilihan lintas minat. Lintas minat merupakan program wajib yang harus diberikan kepada semua peserta didik. Contoh,  peserta didik di peminatan matematika dan IPA (MIA) harus diberikan 6 jam lintas minat. Boleh semuanya di lintas minat lainnya, atau campuran. Misal 3 jam memilih lintas minat ilmu-ilmu sosial (IIS), lalu 3 jam lagi di peminatan bahasa.       

 

  1. 5.       Pendampingan Kurikulum 2013

Perbedaan berikutnya pada kurikulum 2013 adalah adanya pendampingan implementasi kurikulum 2013. Tujuan pendampingan implementasi kurikulum 2013 adalah untuk menjamin terlaksananya kurikulum  2013 di sekolah sesuai dengan konsep dan substansi kurikulum 2013. Tujuan lainnya untuk (a) memfasilitasi kegiatan diskusi, pemantapan, dan konsultasi implementasi kurikulum 2013, (b) mengidentifikasi keberhasilan, dan memberikan alternatif solusi pemecahan masalah di sekolah, (c) memfasilitasi penguasaan konsep pembelajaran menyangkut perubahan mindset dan esensi kurikulum 2013, (d) menyusun RPP berdasarkan silabus yang disusun Kementerian Pendidikan dan kebudayaan, serta pendekatan dan stategi pembelajaran di SMA, (e) pelaksanaan pembelajaran berdasarkan pendekatan ilmiah (scientific aprroach) yang difokuskan pada pendekatan scientific dan high order thinking dalam pembelajaran yang dihasilkan oleh empat dimensi perluasan ilmu pengetahuan, yaitu (1) memahami fakta, (2) penguasaan konsep, (3) kemampuan mengembangkan prosedur penerapan konsep, dan (d) meningkatkan kesadaran tentang informasi atau proses yang telah diketahui atau yang belum diketahui peserta didik, dan (f) pelaksanaan penilaian sesuai dengan kebutuhan dan kaidah-kaidah penilaian, termasuk di dalamnya pelaksanaan authentic assesment (Kemdikbud, 2013). Berdasarkan konsep pendampingan ini, maka SMA Negeri 5 terpilih sebagai koordinator pendampingan implementasi kurikulum 2013. Melalui Direktorat Pembinaan SMA diberikan bantuan pendampingan untuk enam sekolah SMA di Provinsi Kalimantan Tengah sebesar Rp. 60.000.000 (enam puluh juta rupiah). Dana bantuan tersebut akan digunakan untuk pelaksanaan in service  dan on service pada keenam sekolah tersebut.

Akhirnya penulis berharap semoga paparan ini memberikan penguatan bagaimana seharusnya sekolah dan guru-guru melakukan implementasi kurikulum 2013. Langkah-langkah yang penulis paparkan di atas, tentu akan lebih optimal jika penguasan kurikulum KTSP 2006 sudah sangat baik. Artinya kunci  implementasi kurikulum KTSP 2006 dengan menekankan pada ekplorasi, elaborasi, dan konfirmasi (EEK) akan mengalami penajaman dalam aspek pembelajaran khususnya memberikan pengalaman belajar bagi peserta didik pada kurikulum 2013. Bukan memberikan pengetahuan kepada siswa. Biarkan siswa mencari pengetahuan berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran.  Semoga implementasi kurikulum 2013 di Provinsi Kalimantan Tengah berhasil mewujudkan peserta didik Indonesia mampu mengembangkan secara optimal pada dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

 

  1. 6.       Kesimpulan

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan syarat-syarat untuk memahami kurikulum 2013, yaitu

  1. Paham dan sudah melaksanakan KTSP dengan benar;
  2. Memahami 4 perubahan dari kurikulum sebelumnya. Perubahan tersebut: 
  3. Standar Kompetensi Lulusan (SKL),  yaitu Permendikbud 54  tahun 2013 yang diturunkan dari kebutuhan bukan dari materi mapel;
  4. Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum (Permendikbud 69 tahun 2013) yang berisi KI dan KD. Semua mapel terdiriatas  4 KI, yaitu sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan ketrampilan. Dihapusnya penjurusan (yang ditetapkan sekolah) dan diganti dengan peminatan (sesuai minat dan kompetensi siswa).
  5. Standar Proses (Permendikbud 65 tahun 2013) yang mewajibkan Scientific Approach, strategi discovery/inquiry learning, problem solving based learning, dan project based learning.
  6. Standar Penilaian (Permendikbud 66  tahun 2013), penilaian mengedepankan authentic assessment  yang meliputi sikap, pengetahuan dan ketrampilan.  Penilaian sikap dengan observasi, penilaian diri, penilaian antar peserta didik, dan jurnal guru. Untuk penilaian pengetahuan relatif tidak berubah, sedangkan untuk penilaian keterampilan bisa melalui tes praktik, proyek.

 



Pengirim : Savera Mongi
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :

Pengirim : Maqfcpwb -  [vftlf3058@bk.ru]  Tanggal : 16/12/2017
i http://cialisphr.com cialis coupons <a href= http://cialisphr.com >cialis online coupon</a> allowed

Pengirim : Jaintany -  [nvmzc3664@inbox.ru]  Tanggal : 16/12/2017
m http://viagraphr.com herbal viagra gnc <a href= http://viagraphr.com >more</a> tongue <a href=http://viagraphr.com>buy viagra online</a> how does viagra work

Pengirim : BrPhalm -  [kstfcf3ew@mail.ru]  Tanggal : 16/12/2017
f http://cialisphr.com cialis coupons <a href= http://cialisphr.com >buy cialis online</a> suppose <a href=http://cialisphr.com>cialis online coupon</a> how long does cialis take to work

Pengirim : jpknInsar -  [vju0b967s@mail.ru]  Tanggal : 16/12/2017
t http://cialisphr.com when will cialis go generic <a href= http://cialisphr.com >generic cialis</a> carriage

Pengirim : Andreirext -  [eomse2549@inbox.ru]  Tanggal : 16/12/2017
h http://cialisphr.com cialis pills <a href= http://cialisphr.com >generic cialis</a> help <a href=http://cialisphr.com>generic cialis</a> cialis 20mg price

Pengirim : Marvpgzm -  [xolle2443@bk.ru]  Tanggal : 16/12/2017
w http://viagraphr.com over the counter viagra <a href= http://viagraphr.com >buy viagra online</a> certain

Pengirim : ArePync -  [uzdys2419@inbox.ru]  Tanggal : 16/12/2017
b http://cialisphr.com how much is cialis <a href= http://cialisphr.com >buy cialis online</a> obliged

Pengirim : Jaintany -  [gjffk1056@bk.ru]  Tanggal : 16/12/2017
w http://cialisphr.com how long does it take for cialis to work <a href= http://cialisphr.com >where to buy cialis</a> especially <a href=http://cialisphr.com>generic cialis</a> cialis cost

Pengirim : BrPhalm -  [ywsja1140@list.ru]  Tanggal : 16/12/2017
e http://cialisphr.com is there a generic cialis <a href= http://cialisphr.com >order cialis</a> should <a href=http://cialisphr.com>cialis online coupon</a> does cialis lower blood pressure

Pengirim : yiaoInsar -  [ttylm3379@list.ru]  Tanggal : 16/12/2017
n http://viagraphr.com generic sildenafil <a href= http://viagraphr.com >buy generic viagra</a> two


   Kembali ke Atas