Selamat Datang di Website SMAN 5 Palangka Raya, Sekolah Rintisan Model Berbasis ICT "Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Kalimantan Tengah"
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
No Poles setup.
Statistik
  Visitors : 379024 visitors
  Hits : 4839 hits
  Today : 1 users
  Online : 1 users
:: Kontak Admin ::

btkipsuport@yahoo.com    
Agenda
16 December 2017
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6

I am proud to be a teacher

Tanggal : 15-10-2012 00:27, dibaca 1025 kali.

Dua hari ini ngikutin pelatihan pembuatan konten bahan ajar dan operasional E-learning berbasis ICT, merasa beruntung karena bisa dapat kesempatan buat ngikutin kegiatan ini. Kalau dipikir-pikir ga akan pernah punya waktu buat meluangkan diri belajar lagi tentang perkembangan dunia teknologi dan informasi. Asal bisa internet, makai aplikasi words office untuk urusan ketik mengetik, hape bisa buat nelpon, sms, foto-foto, mp3 sama video, rasanya itu semua sudah cukup. Tapi pelatihan dua hari ini membuat diri berasa jadi manusia purbakala banget. Terlalu banyak aplikasi pengajaran yang ternyata belum aku kuasai, haduuuhhh…saking canggihnya, secara kasarnya nih…guru bisa ngajar dari rumah, sambil masak ataupun nyapu rumah…ga perlu datang ke sekolah…hehehehe! Tapi bukan itu fungsinya…lebih positif ketimbang dari yang barusan aku bilang. Rasanya aku seperti tong air yang sedang diisi air, penuh dan meluber dengan pengetahuan baru. Tapi juju aja, ga semua aplikasi bisa aku jalankan, ada yang memang sulit banget buat dipahami orang awam sepertiku. 85% aplikasi pendidikan dan pengajaran ini mengharuskan adanya akses internet, so I can teach even I in London right now…hahahaha!

Hhmmmm…kalo sekarang aja udah secanggih ini teknologi pendidikan, gimana 20-30 tahun ke depan? Jadi ingat masa-masa SD dulu, mesti tiap hari pergi ruang ke TU cuma buat ngambil kapur tulis, perlahan bergeser menjadi spidol non-permanent. Jadi guru-guru yang punya alergi agak  sedikit tertolong. Jadi merindukan kapur tulis…J. Dulu tiap semester mesti beli buku paket pelajaran yang baru, dan pastinya menguras banyak uang, sekarang cukup buka internet, download yang namanya eBook alias electronic book. Mau mata pelajaran apa aja tersedia, mau bahasa apa aja ada…ckckckckck!! Mestinya generasi sekarang lebih pintar, dan wajib merasa beruntung.

Kalau dulu guru harus menulis di papan tulis semua materi yang diajarkan #sekarang juga masih sebenarnya#. Tapi perkembangan teknologi mau tidak mau menuntut guru untuk lebih maju. Sistem pengajaran di kelas yang diharuskan inovatif pun menjadi PR bagi guru, wajib mengusai aplikasi power point itu hukum yang patut dilakukan. Tapi aplikasi itu pun lebih dari sekadar aplikasi yang digunakan untuk menanyangkan slide demi slide, banyak sekali sub-aplikasi lain yang harus dikuasai. Di pelatihan ini latihan bikin program pembelajaran pake itu aplikasi, gilaaaa…bikin program…mboh…ga mudeng…tapi pengen bisa…ya udah…diseriusin dong biar bisa…yesss…bisa dikit…gak apalah dikit..asal ga bego2 amat…gkgkggk!

Beginilah guru, dia harus selangkah lebih maju dari muridnya. Dan murid pun akan menjadi pengajar kelak dalam bidang mereka masing-masing, menjadi pengajar tidak mesti diberi gelar guru. Karena pengajar tidak selalu seorang guru, tetapi guru pasti seorang pengajar. I am proud to be a teacher…^^d.

 

 



Pengirim : Litra Warianie, S.Pd
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :

Pengirim : qiuqiu -  [ajoseo@gmail.com]  Tanggal : 02/01/2017
kalo sekarang aja udah secanggih ini teknologi pendidikan, gimana 20-30 tahun ke depan? Jadi ingat masa-masa SD dulu


   Kembali ke Atas